Showing posts with label TIPS TRIK MESIN BUBUT. Show all posts
Showing posts with label TIPS TRIK MESIN BUBUT. Show all posts
Wednesday, 31 January 2018
TRIK MEMBALIK BENDA KERJA SUPAYA SETTING LEBIH CEPAT
Sobat tukang bubut,salah satu hal yang haus diperhatikan sebelum memulai proses membubut adalah memikirkan dan atau merencanakan bagaimana proses membubut itu sendiri akan berjalan.Mulai dari proses setting,berapa panjang benda kerja yang harus keluar dari ragum ? bagaimana proses membubutnyaa,apakah di bor dulu atau bubut rata permukaan dulu,ataukah bubut dalam dulu sebelum bubut luar atau yang lainnya...?semuanya perlu difikirkan,dan merupakan bagian yang tidak kalah pentingnya adalah memikirkan proses baliknya yaitu membalik benda kerja.Dalam dunia mesin bubut terkadang salah langkah dalam membubut,bisa berakibat fatal,langkah tidak bisa dilanjutkan sehingga benda kerja tidak berhasil di buat.Atau minimal akan mempersulit proses membubutnya.
Dalam kesempatan kali ini,saya akan mencoba berbagi trik sederhana ala TUKANG BUBUT amatiran.Benda kerja yang akan menjadi bahan pembahasan adalah cover silinder hidrolik model LA.Bentuk dari benda kerja ini adalah menyerupai huruf " T ".Dimana pada bagian tengahnya aka di buat alur-alur sebagai rumah seal hidrolik.Kasus yang saya alami pada saat mengerjakan benda ini adalah , ukuran benda kerja yang terlalu kecil untuk ragum mesin saya,dimana ketika harus di ikat secara langsung,benda kerja tidak bisa di ikat dengan ragum,rahang ragum bagian samping sudah mentok dahulu terhadap benda kerja sebelum bagian ujungnya menyentuh benda kerja.Hal ini tentu saja mengakibatkan benda kerja tidak bisa di ikat.Untuk mengatasinya,saya menggunakan ganjal supaya benda kerja bisa di ikat di ragum.Berikut penampakannya...
Selanjutnya adalah proses membubutnya.Dalam proses ini tidak ada hal yang menarik utnuk di bahas,mengingat porosesnya sangat mudah dan sudah lazim dilakukan.Langkah yang perlu saya bahas dan sesuai dengan tema kali ini yaitu membalik benda kerja adalah langkah tambahan yang terleta pada akhir langkah.Langkah tersebut adalah langkah membubut permukaan benda kerja pada bagian belakang.Caranya adalah dengan memanfaat pahat alur yang baru saja saya gunakan untuk membuat alur - alur rumah seal hidrolik.Sebagai catatan benda kerja ini panjangnya adalah 50 mm,untuk mempermudah proses membubut permukaan belakangnya,pahat saya tarik keluar benda kerja kemudian saya setting sedemikian rupa sehingga pahat akan menyayat sejauh 1 mm di ukur dari permukaan benda kerja bagian belakang.Lebar permukaan yang saya buat selebar 5 mm atau kedalaman pahat 10 mm.Lebar permukaan ini sifatnya hanya opsional yang penting sudah cukup untuk digunakan sebagai bagian yang akan di setting ketika proses membalik benda kerja dan berikut hasilnya.
Langkah selanjutnya tentu adalah membalik benda kerja,permukaan belakang yang tadi saya buat ,saya gunakan sebagai tempat untuk setting permukaan benda kerja.Untuk hasil terbaik saya menggunkan dial indikator sebagai alat bantu seting benda kerja.Sebenarnya ada cara lain untuk setting balik untuk benda kerja seperti ini yaitu dengan cara mengukur jarak permukaan belakang benda kerja terhadap ragum.tapi pada benda kerja ini tidak bisa digunakan karena ukurannya yang kecil.Selain itu juga , cara ini saya rasa masih lebih mudah dilakukan daripada mengukur permukaan benda kerja terhadap permukaan ragum.Trik singkat ala TUKANG BUBUT amatiran,trik ini terkadang bisa digunakan ,terkadang juga tidak bisa digunakan , tergantung operator dan benda kerjanya.Sekedar share,selamat bekerja,salam TUKANG BUBUT amatiran.
Thursday, 18 January 2018
KETELITIAN ERETAN MESIN BUBUT
Eretan,merupakan bagian dari mesin bubut yang berfungsi untuk menggerakkan pahat,baik gerakan ke kiri,kanan,melintang ataupun menyerong atau biasa di sebut bubut tirus.Untuk menggerakkan pahat ini,tentu tidak bisa di geser begitu saja,harus sesuai dengan aturan supaya dapat menghasilkan panjang langkah pahat yang sesuai dengan yang diinginkan.Sebagai contoh misalnya kita akan membubut sebuah benda dengan diameter 25 mm dan akan kita kecilkan menjadi diameter 20 mm.ini artinya adalah,bahwa pahat harus di geser sekian milimeter supaya benda kerja berkurang diameternya sebanyak 5 mm.Oleh karena itu kita harus mengetahui cara menggeser pahat supaya sesuai dengan yang diinginkan.Jika kita tidak mengetahui caranya maka,bisa jadi hasil akhir benda kerja akan tidak sesuai dengan keinginan / gambar.
Untuk mengetahui pergeseran eretan maka kita perlu memahami sebuah kode atau gambar yang ada pada eretan itu sendiri.Pada sebuah eretan aka terdapat garis - garis skala dalam jumlah yang banyak.Pada setiap 5 atau 10 garis skala akan ada angka yang menunjukkan jumlah dari garis skala itu sendiri.Pada eretan atas, angka yang tertera biasanya adalah,nol,setengah,satu setengah dan seterusnya dengan kelipatan setengah.biasanya sampai 4.5 .Ketika handel eretan di putar,garis skala dan angka - angka ini akan ikut berputar mengikiuti putaran handel tersebut.Pada eretan juga terdapat satu garis acuan yang terletak berhadapan dengan garis garus skala eretan.Disana juga terdapat gambar yang berfungsi seperti garis ukuran pada gambar teknik.
Sebagai contoh, acuan eretan yang akan kita bahas adalah eretan yang ada pada mesin bubut yang saya gunakan.Pada eretan tersebut,kode eretan yang terdapat pada eretan adalah 0.05 pada eretan atas dan lintang ( gambar di atas ),serta 1 mm untuk eretan bawah.Untuk memudahkan maka akan kita bahas arti kode eretan tersebut pada masing-masing eretan.
1.ERETAN ATAS
Pada eretan atas kode yang tertera adalah 0.05 mm seperti yang nampak pada gambar di atas.Ini maksudnya adalah setiap kita putar handel eretan dengan jarak dari satu garis ke garis berikutnya,maka pahat akan bergeser sejauh 0.05 mm.Jika kita putar sejauh dua garis maka pahat akan bergeser sejauh 1 mm,begitu seterusnya dengan kelipatan 0.05 mm setiap satu garis skala.
2.ERETAN LINTANG
Seperti pada eretan lintang,angka yang tertera adalah 0.05 mm,maksudnya pun sama yaitu pahat akan bergeser 0.05 mm setiap satu garis skala.Perbedaanyya adalah,ketika proses membubut,ketika proses membubut,benda kerja akan berputar,ketika pahat maju sejauh 0.05 mm,maka pahat akan menyayat ke seluruh keliling benda kerja tersebut,sehingga ketika kita ,mengukur benda kerjanya maka bendaa kerja akan berkurang diameternya sebanyak 0.1 mm.Jadi pada eretan lintang,setiap satu garis skala,benda kerja akan berkurang sebanyak 0.1 mm.Untuk memudahkan tukang bubut,biasanya pada eretan lintang terdapat angka dengan kelipatan 1 setiap 10 garis skala.Ini artinya benda kerja akan berkurang 1 mm setiap 10 garis skala.sedangkan pada eretan atas,,pahat akan berkurang panjangnya sejauh 0.5 mm setiap 10 garis skala.
3.ERETAN BAWAH
Pada eretan bawah angka yang tertera adala 1 mm.Ini berarti setia satu garis skala,pahat akan bergeser sejauh 1mm.
Pembahsan yang singkat ala TUKANG BUBUT amatiran,sekian.
Thursday, 30 November 2017
TRIK MEMBUAT ULIR DALAM
PAHAT ULIR SUDAH SAMPAI UJUNG APA BELUM YA....?
Sobat sekalian,salah satu masalah yang sering terjadi ketika membuat ulir dalam adalah memperhatikan panjang langkah pahat ketika proses membubut,apakah sudah sampai pada ujung akhir panjang drat yang diinginkan atau belum.Karena ulir dalam,terkadang kita kesulitan untuk melihat pahat ulir,apakah sudah sampai ujung atau belum ,terlebih lagi jika ulir yang kita buat berukuran kecil.Menyikapi hal itu,kali ini saya akan berbagi tips membuat ulir dalam ala TUKANG BUBUT amatiran.
Berikut ini beberapa trik yang biasa saya gunakan dalam membuat ulir dalam :
1.Melihat langsung.
Trik ini merupakan cara terbaik untuk membuat ulir dalam,dimana mata bisa melihat secara langsung gerakan ulir dalam.Ketika pahat sudah sampai pada langkah bebas,maka operator akan langsung bisa menekan handel untuk membuat langkah mundur / balik.Trik melihat langsung ini,bukan hanya dengan melihat gerakan pahat saja,tetapi ada trik lain yaitu dengan melihat bekas sayatan pahat,dalam hal ini adalah ulir itu sendiri.Biasanya,bentuk ulir pada sayatan pertama dan selanjutnya akan ada perbedaannya,oleh karena itu kita nisa memanfaatkannya.Butuh kejelian mata untuk menggunakan trik ini.
2.Mendengarkan
Mendengarkan yang saya maksud adalah mendengarkan suara sayatan pahat ulir.Suara ini,meskipun hanya pelan,tetapi masih bisa dibedakan antara pahat menyayat dengan pahat yang tidah menyayat ,dalam hal ini adalah pahat yang sudah sampai pada langkah bebas.Cara ini membutuhkan pendengara yang jernih dan suara yang tidak terlalu berisik,saran saya,gunakanlah waktu atau proses membuat ulir ketika sedang pada proses yang mengulir yang mudah untuk mengasah telinga anda.Kelemahan dari cara ini adalah,terkadang suara akan ada dua,suara sayatan pahat dan suara gram atau tatal yang menyentuh benda kerja.Hal ini bisa menganggu.
3.Memberi tanda
Kita bisa memberi tanda pada gagang pahat dengan menggergaji tipis atau dengan di drip atau cara lain.Tanda ini ,panjangnya disesuaikan dengan panjang ulir yang akan kita buat.
4.Melihat bekas langkah bodi eretan bawah pada bed mesin.
Biasanya,gerakan eretan bawah akan membentuk sebuah bekas,bekas ini bisa juga kita gunakan untuk membantu proses membuat ulir.Cara ini merupakan langkah lanjutan dalam proses membuat ulir.Maksudnya adalah tidak bisa digunakan untuk langkah pertama pada proses membuat ulir,tetapi hanya langkah kedua dan selanjutnya saja dan sifatnya hanya membantu saja.Caranya adalah dengan meperhatkan bekas eretan bawah yang tadi saya maksud pada langkah pertama saat membuat drat.Langkah keduanya tentu ketika eretan bawah sudah sampai pada bekas langkah pertama,kita bisa melakukan langkah mundur / balik.
5.Melihat angka eretan bawah
Seperti cara yang ke empat,cara ke lima ini juga merupakan langkah lanjutan,bedanya,jika pada cara ke empat kita memanfaatkan bekas eretan bawah,pada cara ke lima ini kita menggunakan angka yang ada pada eretan bawah.Trik ini biasa digunakan pada mesin bubut dengan putaran angka eretan bawah yang berjalan pelan.Biasanya mesin bubutnya berukuran besar dan angka eretan bawah juga tergolong banyak jumlahnya,bisa samapai 300.Terkadang,pada mesin kecil,angka eretan bawah hanya berjumlah sedikit sehingga gerakan angka ini terlalu cepat,hal ini menyulitkan.
Sekian trik singkat ala TUKANG BUBUT amatiran,semoga bermanfaat.
Wednesday, 15 November 2017
CARA MEMBUBUT TABUNG ALUMUNIUM / BENDA KERJA TIPIS SUPAYA TIDAK PEYANG
Bro sekalian,
Dalam dunia hidrolik,ada istilah yang dinamakan pneumatik.Pneumatik merupakan suatu benda yang mempunyai fungsi sama dengan hidrolik,yang membedakan adalah sistem penggeraknya.Pada hidrolik,gerakan maju mundur rod didorong oleh oli,pada pneumtaik,gerakan maju mundur rodnya dilakukan dengan menggunakan media udara bertekanan.Oleh karena itu pula,biasanya,sebuah pneumatik menggunakan bahan alumunium untuk membuat tabungnya,tidak seperti hidrolik yang menggunakan material besi.Seperti kita ketahui bahwa alumunium mempunyai sifat yang lebih mudah penyok ketimbang besi,terlebih lagi,biasanya tabung alumunium mempunyai ketebalan hanya 2.5 sampai 5 mm,tentu aka lebih mudah peyang / oval ketika di ikat dengan ragum.
Menyikapi hal itu,TUKANG BUBUT amatiran akan berbagi tips ringan tentang mengikat benda kerja tipis terutama tabung alumunium supaya tidak peyang.
A.Alat bantu
Alat bantu yang dimaksud di sini adalah sebuah benda yang berfungsi sebagai penopang tabung alumunium terhadap rahang ragum.Fungsinya adalah menahan banda yang tipis dari tekanan dorongan rahang ke arah dalam supaya benda terikat dengan kuat tapi tidak peyang.Alat bantu yang di maksud antara lain :
1.Piston
Pada pembuatan pneumatik,biasanya air kitnya sudah bisa dipesan / di beli pada toko peralatan hidrolik.Biasanya sudah komplit yang terdiri dari caver,piston dan seal seal.Kita bisa menggunakan piston bawaan ini untuk digunakan sebagai bantalan.
2.Bearings
Jika ukuran tabung alumunium sesuai dengan ukuran diameter luar sebuah bearing,maka alat bantu ini merupakan alat yang sangat bagus kita gunakan sebagai bantalan.
3.Piston buatan sendiri
Yang dimaksud disini adalah piston yang di buat dalam keadaan tertentu saja.Sebagai contoh misalnya ketika srvis pneumatik,dimana kondisi piston dan tabungnya sudah rusak sedangkan cover masih bagus.sehingga mau tidak mau kita harus membuat pistonnya.Dalam menyikapi keadaan seperti ini,maka yang harus kita proses adalah membuat piston terlebih dahulu.
Selain membuat piston,kita juga bisa membuat benda kerja yang hampur sama dengan bearing ukuran diameter luarnya.Hal ini biasanya digunakan untuk pekerjaan yang hanya membuat tabung saja,tidak membuat pneumatik secara utuh.Ukuran toleransinya bisa kita samakan dengan bearing ketika dipasang di tabung alumunium.Jangan terlalu seret,karena justru akan merusak tabung alumunium ketika proses bongkar pasang alat bantu / bantalan.Biasanya akan baret.
B.Tips Pengerjaan
Alat bantu yang tadi kita bahas memang mempunyai kegunaan agar tidak peyang ketika di ikat.Meskipun begitu kita juga tidak bisa serta merta bisa mengikat begitu saja.Ada hal lain yang masih harus diperhatikan.Adalah tingkat kekencangan ketika mengikat.Salah satu hal yang harus kita ingat adalah bahwa sifat alumunium yang mudah penyok,oleh karenanya kita tidak bisa mengikatnya dengan sekencang-kencangnya.Mengikat dengan sangat kencang bisa jadi justru akan membuat bagian alumunium akan penyok,dalam hal ini adalah bagian ketebalannya yang hanya 2.5 sampai 5 mm.Memang sih,tidak peyang atau oval,tapi tetap akan rusak pada bagian lain yaitu penyok karen terlalu di tekan oleh rahang ragum dan kuatnya bantalan.
Untuk menyikapi hal ini,TUKANG BUBUT amatiran tidak menggunakan alat khusus untuk mengukur kekencangan rahang ragum,hanya menggunakan perasaan saja / filing.Namun begitu sekedar saran,janganlah menggunakan pipa untuk mengencangkan rahang ragumnya,cukup dengan kunci rahang saja.
Tips yang lain adalah proses membubutnya.Dalam prosesnya,akan lebih baik jika menggunakan proses bubut rata permukaan atau facing.Karena biasanya,tabung pneumatik hanya membubut untuk menentukan panjang tabung saja.Jika tidak hanya membubut panjangnya saja,tentu akan menjadi lain soal.Selain membubut panjangnya,biasanya tabung pneumatik juga akan di chamfer bagian luar dan dalam,miringkan eretan atas atau menggunakan pisau khusus seperti yang TUKANG BUBUT amatiran punya ( pisau miring ).
Kebersihan.Hal yang tidak boleh lupa adalah kebersihan tabugnya.Bersihkan dari serbuk-serbuk berkas gergaji terutama pada bagian sisi dalam.Sisa bekas pemotongan ini biasanya akan membuat bantalan susah masuk,atau bahkan akan menyebabkan baret.Kikir,amplas,kemudian laplah sampai bersih.
Gunakanlah putaran sedang,sekitar 300 rpm (tergantung besar kecilnya mesin),berikan kedalaman pemakanan maksimal 0.5 mm,atau bila perlu kurangilah untuk mengurangi resiko.Bersabarlah,kesabaran dan keuletan akan sangat berpengaruh dalam pekerjaan seperti ini.
Tips singkat ala TUKANG BUBUT amatiran,bisa diterima bisa juga tidak,karena setiap tukang bubut mempunyai caranya masing-masing.Salam,selamat berkarya.
Dalam dunia hidrolik,ada istilah yang dinamakan pneumatik.Pneumatik merupakan suatu benda yang mempunyai fungsi sama dengan hidrolik,yang membedakan adalah sistem penggeraknya.Pada hidrolik,gerakan maju mundur rod didorong oleh oli,pada pneumtaik,gerakan maju mundur rodnya dilakukan dengan menggunakan media udara bertekanan.Oleh karena itu pula,biasanya,sebuah pneumatik menggunakan bahan alumunium untuk membuat tabungnya,tidak seperti hidrolik yang menggunakan material besi.Seperti kita ketahui bahwa alumunium mempunyai sifat yang lebih mudah penyok ketimbang besi,terlebih lagi,biasanya tabung alumunium mempunyai ketebalan hanya 2.5 sampai 5 mm,tentu aka lebih mudah peyang / oval ketika di ikat dengan ragum.
Menyikapi hal itu,TUKANG BUBUT amatiran akan berbagi tips ringan tentang mengikat benda kerja tipis terutama tabung alumunium supaya tidak peyang.
CARA MENGIKAT BENDA KERJA TIPIS SUPAYA TIDAK PEYANG / OVAL
Menyikapi benda kerja yang tipis maka tips ala TUKANG BUBUT amatiran terbagi menjadi dua,alat bantu dan tips pengerjaan.A.Alat bantu
Alat bantu yang dimaksud di sini adalah sebuah benda yang berfungsi sebagai penopang tabung alumunium terhadap rahang ragum.Fungsinya adalah menahan banda yang tipis dari tekanan dorongan rahang ke arah dalam supaya benda terikat dengan kuat tapi tidak peyang.Alat bantu yang di maksud antara lain :
1.Piston
Pada pembuatan pneumatik,biasanya air kitnya sudah bisa dipesan / di beli pada toko peralatan hidrolik.Biasanya sudah komplit yang terdiri dari caver,piston dan seal seal.Kita bisa menggunakan piston bawaan ini untuk digunakan sebagai bantalan.
2.Bearings
Jika ukuran tabung alumunium sesuai dengan ukuran diameter luar sebuah bearing,maka alat bantu ini merupakan alat yang sangat bagus kita gunakan sebagai bantalan.
3.Piston buatan sendiri
Yang dimaksud disini adalah piston yang di buat dalam keadaan tertentu saja.Sebagai contoh misalnya ketika srvis pneumatik,dimana kondisi piston dan tabungnya sudah rusak sedangkan cover masih bagus.sehingga mau tidak mau kita harus membuat pistonnya.Dalam menyikapi keadaan seperti ini,maka yang harus kita proses adalah membuat piston terlebih dahulu.
Selain membuat piston,kita juga bisa membuat benda kerja yang hampur sama dengan bearing ukuran diameter luarnya.Hal ini biasanya digunakan untuk pekerjaan yang hanya membuat tabung saja,tidak membuat pneumatik secara utuh.Ukuran toleransinya bisa kita samakan dengan bearing ketika dipasang di tabung alumunium.Jangan terlalu seret,karena justru akan merusak tabung alumunium ketika proses bongkar pasang alat bantu / bantalan.Biasanya akan baret.
B.Tips Pengerjaan
Alat bantu yang tadi kita bahas memang mempunyai kegunaan agar tidak peyang ketika di ikat.Meskipun begitu kita juga tidak bisa serta merta bisa mengikat begitu saja.Ada hal lain yang masih harus diperhatikan.Adalah tingkat kekencangan ketika mengikat.Salah satu hal yang harus kita ingat adalah bahwa sifat alumunium yang mudah penyok,oleh karenanya kita tidak bisa mengikatnya dengan sekencang-kencangnya.Mengikat dengan sangat kencang bisa jadi justru akan membuat bagian alumunium akan penyok,dalam hal ini adalah bagian ketebalannya yang hanya 2.5 sampai 5 mm.Memang sih,tidak peyang atau oval,tapi tetap akan rusak pada bagian lain yaitu penyok karen terlalu di tekan oleh rahang ragum dan kuatnya bantalan.
Untuk menyikapi hal ini,TUKANG BUBUT amatiran tidak menggunakan alat khusus untuk mengukur kekencangan rahang ragum,hanya menggunakan perasaan saja / filing.Namun begitu sekedar saran,janganlah menggunakan pipa untuk mengencangkan rahang ragumnya,cukup dengan kunci rahang saja.
Tips yang lain adalah proses membubutnya.Dalam prosesnya,akan lebih baik jika menggunakan proses bubut rata permukaan atau facing.Karena biasanya,tabung pneumatik hanya membubut untuk menentukan panjang tabung saja.Jika tidak hanya membubut panjangnya saja,tentu akan menjadi lain soal.Selain membubut panjangnya,biasanya tabung pneumatik juga akan di chamfer bagian luar dan dalam,miringkan eretan atas atau menggunakan pisau khusus seperti yang TUKANG BUBUT amatiran punya ( pisau miring ).
Kebersihan.Hal yang tidak boleh lupa adalah kebersihan tabugnya.Bersihkan dari serbuk-serbuk berkas gergaji terutama pada bagian sisi dalam.Sisa bekas pemotongan ini biasanya akan membuat bantalan susah masuk,atau bahkan akan menyebabkan baret.Kikir,amplas,kemudian laplah sampai bersih.
Gunakanlah putaran sedang,sekitar 300 rpm (tergantung besar kecilnya mesin),berikan kedalaman pemakanan maksimal 0.5 mm,atau bila perlu kurangilah untuk mengurangi resiko.Bersabarlah,kesabaran dan keuletan akan sangat berpengaruh dalam pekerjaan seperti ini.
Tips singkat ala TUKANG BUBUT amatiran,bisa diterima bisa juga tidak,karena setiap tukang bubut mempunyai caranya masing-masing.Salam,selamat berkarya.
Wednesday, 28 December 2016
ULIR KIRI DAN ULIR KANAN
TUKANG BUBUT amatiran.Pada kesempatan kali ini kita akan coba untuk membahas tentang ulir.Berbeda dengan pembahasan terdahulu,dimana kita sudah membahas tentang cara membaca kode ulir dan ulir terbagi menjadi dua yaitu ulir metrik dan withworth.Kali ini kita akan membahas tentang pembagian ulir jika dilihat dari arah gerakan atau arah pengencangannya.Jika dilihat dari arah gerakan / arah pengencangannya maka ulir juga terbagi menjadi dua yaitu ulir kiri dan ulir kanan.
1.ULIR KIRI
Ulir jenis ini mempunyai arah pengencangan ke kiri,dimana jika kita akan mengencangkan sebuah baut dengan jenis ulir ini maka kita harus memutarnya ke arah kiri yaitu arah yang berlawanan dengan arah jarum jam.Pemakaian yang sering kita jumpai untuk ulir jenis ini adalah ulir yang ada pada gerinda duduk ( gerinda yang digunakan untuk mengasah pisau bubut ).Perhatikan mur yang mengikat batu gerinda yang ada pada sebelah kiri,mur ini menggunakan ulir dengan jenis ulir kiri.Atau juga bisa kita jumpai pada spion sepeda motor merek yamaha.Spion kiri pada sepeda motor merek ini jika kita harus melepasnya,maka kita harus memutarnya ke arah kanan,kebalikan dari arah mengencangkannya.
2.ULIR KANAN
Ulir jenis ini merupakan jenis keumuman ulir.Sebagian besar ulir merupakan ulir jenis ini.Kebalikan dari ulir kiri jika kita akan mengencangkan ulir jenis ini maka kita harus memutarnya ke arah kanan,arah yang sama dengan arah perputaran jarum jam.
Sebelum lebih jauh tentang cara membuat ulir kiri,ada baiknya kita bahas terlebih dulu tentang putaran ragum mesin bubut.Seperti kita ketahui bersama bahwa putaran ragum mesin bubut terbagi dalam dua putaran.
Hal terpenting dalam membuat ulir kiri dengan menggunakan mesin bubut adalah mengetahui kode ulir pada sebuah mesin bubut.Gambar diatas menunjukkan perbedaan kode ulir mesin bubut untuk membuat ulir,apakah ulir kiri atau ulir kanan.Perhatikan dengan seksama,jangan sampai salah mengartikan kode ulir mesin bubut di atas.Kesalahan membaca kode ulir diatas bisa berakibat pada pergerakan eretan bawah / pahat pada saat proses mengedrat.
Praktek untuk membuat drat kiri pada pembahasan kali ini akan kita coba ulas tentang praktek membuat drat kiri dengan ukuran M 50 X 2.
Silahkan di baca juga :
1.ULIR KIRI
Ulir jenis ini mempunyai arah pengencangan ke kiri,dimana jika kita akan mengencangkan sebuah baut dengan jenis ulir ini maka kita harus memutarnya ke arah kiri yaitu arah yang berlawanan dengan arah jarum jam.Pemakaian yang sering kita jumpai untuk ulir jenis ini adalah ulir yang ada pada gerinda duduk ( gerinda yang digunakan untuk mengasah pisau bubut ).Perhatikan mur yang mengikat batu gerinda yang ada pada sebelah kiri,mur ini menggunakan ulir dengan jenis ulir kiri.Atau juga bisa kita jumpai pada spion sepeda motor merek yamaha.Spion kiri pada sepeda motor merek ini jika kita harus melepasnya,maka kita harus memutarnya ke arah kanan,kebalikan dari arah mengencangkannya.
2.ULIR KANAN
Ulir jenis ini merupakan jenis keumuman ulir.Sebagian besar ulir merupakan ulir jenis ini.Kebalikan dari ulir kiri jika kita akan mengencangkan ulir jenis ini maka kita harus memutarnya ke arah kanan,arah yang sama dengan arah perputaran jarum jam.
CARA MEMBUAT DERAT / ULIR KIRI
Sebelum lebih jauh tentang cara membuat ulir kiri,ada baiknya kita bahas terlebih dulu tentang putaran ragum mesin bubut.Seperti kita ketahui bersama bahwa putaran ragum mesin bubut terbagi dalam dua putaran.
- Putaran searah jarum jam.Putaran ragum ini mempunyai arah yang sama dengan arah putaran jarum jam.Saya biasa menyebut putaran jenis ini dengan putaran kiri.Untuk menghidupkan mesin pada putaran ini biasanya handel mesin di tekan kebawah.
- Putaran berlawanan arah jarum jam.Sebuah ragum mesin bubut mempunyai arah putaran yang berlawanan dengan arah jarum jam.Untuk menghidupkan mesin dengan putaran ini biasanya handel mesin bubut di angkat ke atas.Putaran jenis ini biasanya disebut dengan putaran kanan.Putaran ini merupakan putaran yang sering digunakan dalam proses membubut,dimana pada saat ragum berputar dengan putaran ini,pahat akan bergerak dari arah kanan ke kiri.
Hal terpenting dalam membuat ulir kiri dengan menggunakan mesin bubut adalah mengetahui kode ulir pada sebuah mesin bubut.Gambar diatas menunjukkan perbedaan kode ulir mesin bubut untuk membuat ulir,apakah ulir kiri atau ulir kanan.Perhatikan dengan seksama,jangan sampai salah mengartikan kode ulir mesin bubut di atas.Kesalahan membaca kode ulir diatas bisa berakibat pada pergerakan eretan bawah / pahat pada saat proses mengedrat.
Praktek untuk membuat drat kiri pada pembahasan kali ini akan kita coba ulas tentang praktek membuat drat kiri dengan ukuran M 50 X 2.
- Siapkan bahan dan ikat pada ragum.
- Bubut facing / rata permukaan dan bubutlah diameter luar dratnya yaitu 50 mm.
- Buatlah sebuah alur dengan lebar 10 mm dan diameter 45 pada ujung akhir benda kerja,yaitu bagian yang dekat denga ragum sebagai jarak bebas pahat ulir.
- Siapkan putaran ragum dengan putaran pelan , sekitar 200 rpm.
- Siapkan handel handel pada ukuran drat 2 mm.
- Posisikan kode ulir mesin bubut apada kode ulir kiri ( sesuai dengan gambar diatas )
- Sebagai pecobaan sebelum proses mengedrat,jauhkanlah pahat dari benda kerja,nyalakan mesin pada putaran kanan,kemudian tekan handel drat yang ada pada eretan bawah.Perhatikan pergerakan meja / pahat mesin bubut.Jika handel handel sudah benar,maka seharusnya pahat akan bergerak dari arah kiri ke kanan.Jika gerakan pahat salah arahnya,maka putarlah handel kode ulirnya ( ganbar diatas ) , mungkin salah posisinya.
- Lepas handel drat yang ada pada eretan bawah.
- Tempelkan pisau drat pada permukaan benda kerja dan posisikan angka eretan lintang pada angka nol.
- Tarik keluar pisau dan letakkan pada alur jarak bebas yang dekat dengan ragum.
- Berikan kedalaman pemakanan 0.5 mm
- Tekan handel drat yang ada pada eretan bawah.
- Putar ragum dengan mengangkat handelnya ke atas,maka pisau akan menyayat benda kerja dari arah kiri ke kanan.Kesalahan yang sering terjadi ketika membuat drat kiri dengan mesin bubut adalah salah menekan handel ragumnya.Ketika posisi pahat dekat dengan ragum,handel justru di tekan ke bawah sehingga ragum akan berputar kiri dan pahat pun bergerak ke arah kiri dan menabrak ragum.Kesalahan ini sangat sering terjadi maka berhati-hatilah.Angkat handel keatas ketika pisau ulir berada dekat dengan ragum.
- Untuk selanjutnya proses membuat drat kiri akan sama dengan proses membuat drat kanan dengan menggunakan mesin bubut.
- Ulang - uang hingga sesuai dengan kedalaman drat yang diinginkan.
Silahkan di baca juga :
Friday, 2 December 2016
MENGENAL STEADY REST LEBIH DETAIL
STEADY REST,merupakan salah satu alat bantu mesin bubut yang berfungsi sebagai penyangga ketika membubut benda kerja yang panjang.Benda di maksud tentu saja tidak semua jenis benda kerja yang ukurannya panjang,tetapi mempunyai syarat dan kriteria tertentu.Diantara syarat dan kriteria tersebut adalah benda kerja mempunyai ukuran diameter yang besar,dalam arti tidak masuk di lubang as mesin bubut dan masih mampu di ikat oleh rahang steady rest.Syarat lain tentu saja adalah mempunyai permukaan diameter yang rata dan akan lebih bagus lagi jika permukaan diameternya halus supaya dapat di ikat oleh rahang steady rest dengan sempurna,sebagai contoh untuk benda kerja semacam ini adalah as hidrolik atau tabung hidrolik.
BAGIAN - BAGIAN PENTING STEADY REST
Untuk mengenal lebih dalam tentang steady rest ini,sudah tentu kita harus mengetahui bagian-bagian yang termasuk kategori penting dari bagian-bagian steady rest.Bagian yang di tandai dengan no 1 merupakan bagian yang berfungsi untuk menggerakkan rahang steady rest,baik itu gerakan maju atau mundur.Cara untuk menggerakkannya adalah dengan memutar bagian ini searah jarum jam atau sebaliknya.Bagian ini akan menyatu dengan bagian lain yaitu baut ( no 3 ) yang akan di ikat dengan menggunakan pin ( no 2 ).Pada steady rest model ini baut pada no 3 ini mempunyai dua buah ulir yaitu ulir kiri dan kanan.Pada model lain biasanya hanya terdapat satu macam ulir saja,ulir kiri atau ulir kanan saja.Oleh karena itu terkadang sistem pergerakan rahang steady rest ini terjadi perbedaan,yaitu ketika di putar searah jarum jam,rahang steady rest akan bergerak maju atau mundur.Hal ini dipengaruhi oleh jenis ulir pada baut no 3 ini.
Bagian penting lainnya dari steady rest adalah bagian no 4.Bagian ini merupakan sebuah mur dari baut no 3.Fungsi dari mur ini sama persis dengan mur pada umumnya.Sebagai ilustrasi ambillah sebuah baut kemudian pasangkan murnya.Peganglah murnya kemudian putarlah bautnya.Yang terjadi ketika baut di putar dan mur di pegang adalah baut akan bergerak maju atau mundur sesuai dengan arah memutar bautnya.Begitu pula yang terjadi pada steady rest ini,ketika baut di putar,rahang akan bergerak maju atau mundur.Perbedaannya terletak pada pemegang murnya,pada steady rest ini mur di pasang pada bodi dan di kunci dengan baut stut ( no 6 ) sebagai pemegang mur supaya tidak ikut berputar ketika baut di putar.
Perhatikan bagian pada no 5.Bagian inilah yang bergerak maju mundur pada rahang steady rest.Pada bagian ini terdapat suatu alur spei yang berfungsi sebagai alur untuk pergerakan rahang steady rest.Supaya tidak ikut berputar ketika bagian no 1 di putar,bagian no 5 ini tahan oleh baut stud no 9.Dengan adanya baut stud dan alur ini,maka rahang dapat bergerak maju mundur dan tidak ikut berputar.Pada bagian ini,juga terdapat lubang yang berfungsi sebagai tempat untuk memasang bantalan rahang ( no 11 ).Bantalan inilah yang akan bersentuhan langsung dengan benda kerja,oleh karena itu biasanya bantalan ini terbuat dari bahan yang lunak,biasanya besi ancuran atau bronze.Ada kalanya bantalan ini juga diganti dengan bearings.
Bagian lain yang termasuk penting adalah adanya pin ( 10 ) dan engsel.Pin dan engsel ini berfungsi untuk sebagai penahan ketika bodi atas steady rest di buka untuk memasang atau melepas benda kerja.Kebalikan dari bagian no 10,perhatikanlah bagian pada no 17,18,19 dan 20.Bagian ini merupakan suatu rangkaian yang berfungsi sebagai pengunci ketika bodi di tutup supaya benda kerja benar-benar diam saat proses membubut.Bagian no 12,13,15 dan 16 merupakan satu rangkaian yang berfungsi untuk mengikat steady rest terhadap bed / meja mesin bubut.
Uraiana singkat tentang steady rest ala TUKANG BUBUT amatiran ini semoga bermanfaat dan silahkan di koreksi.Mengenai cara penggunaannya silahka klik pada link di bawah ini.
CARA SETTING STEADY REST
Salam hangat,
TUKANG BUBUT amatiran.
Bagian lain yang termasuk penting adalah adanya pin ( 10 ) dan engsel.Pin dan engsel ini berfungsi untuk sebagai penahan ketika bodi atas steady rest di buka untuk memasang atau melepas benda kerja.Kebalikan dari bagian no 10,perhatikanlah bagian pada no 17,18,19 dan 20.Bagian ini merupakan suatu rangkaian yang berfungsi sebagai pengunci ketika bodi di tutup supaya benda kerja benar-benar diam saat proses membubut.Bagian no 12,13,15 dan 16 merupakan satu rangkaian yang berfungsi untuk mengikat steady rest terhadap bed / meja mesin bubut.
Uraiana singkat tentang steady rest ala TUKANG BUBUT amatiran ini semoga bermanfaat dan silahkan di koreksi.Mengenai cara penggunaannya silahka klik pada link di bawah ini.
CARA SETTING STEADY REST
Salam hangat,
TUKANG BUBUT amatiran.
Thursday, 10 November 2016
CARA KERJA MESIN BUBUT
Sobat sekalian,bertemu lagi dengan saya, TUKANG BUBUT amatiran, saya berharap semoga sobat sekalian berada dalam keadaan yang baik-baik saja tanpa halangan suatu apa. Kali ini kita akan bahas tentang cara kerja mesin bubut.
Seseorang yang bekerja di bidang teknik mesin,baik otomotif ataupun perkakas sudah pasti akan menjumpai satu atau beberapa bagian mesin yang bergerak.Hasil dari gerakan beberapa bagian ini biasanya akan mengubah sebuah gerakan.Sebagai contoh misalnya gerakan yang terjadi pada sebuah mesin sepeda motor.Sebuah mesin sepeda motor dimulai dari gerakan maju mundur suatu bagian mesin yang di sebut dengan sekher atau piston.Gerakan piston ini yaitu maju mundur akan diubah menjadi gerakan memutar pada bagian mesin yang lain.Caranya adalah dengan merangkai dan menghubungkan piston ini dengan bagian-bagian yang lain yang saling berkesinambungan.Dari gerakan maju mundur akan diubah menjadi memutar sehingga roda dapat berputar dan sepeda motor pun bisa melaju.Contoh lain adalah adanya perubahan gerak yang terjadi pada knoken as mesin sepeda motor.Knoken as mempunyai gerakan memutar kemudian dirangkai dengan bagian yang lain sehingga akan berubah menjadi gerakan maju mundur pada klep sepeda motor.Seorang mekanik motor sudah pasti tahu dan sangat paham tentang prinsip kerja semacam ini.Jika tidak tahu,mustahil dia akan menjadi mekanik yang handal.
Begitu pula yang terjadi pada sebuah mesin bubut.Seorang tukang bubut seyogyanya juga mengetahui prinsip kerja dari sebuah mesin bubut supaya menjadi tukang bubut yang handal.Karena seorang tukang bubut itu bukan hanya mampu untuk mengoperasikan mesin bubut,lebih dari itu adalah memahami dan mengetahui prinsip kerja mesin bubut supaya ada ikatan yang kuat antara tukang bubut dan mesin yang dioperasikannya.Bahkan bukan hanya itu saja bagaimana proses membubut dan fungsi sebuah benda kerja yang akan dibuatnya juga punya pengaruh terhadap hasil yang telah dibuatnya.Sobat tukang bubut sekalian pasti sudah tahu betapa hebatnya rossi dalam balap motor,tapi mengapa ia tidak selalu menang,,?Nah , itulah,seorang rossi tentu sudah tahu karakter motornya dan ia juga tahu bagaimana mengendarainya,itu saja masih jatuh dan tidak selalu menang,lalu bagaimana jika seorang tukang bubut tidak mengetahui karakter atau prinsip kerja mesin bubut yang dioperasikannya,,?
PRINSIP KERJA MESIN BUBUT
Sebuah mesin bubut mempunyai prinsip kerja yang dimulai dari motor listrik / dinamo.Putaran dari dinamo ini akan diteruskan pada mesin bubut dengan perantara van belt.Van belt ini akan meneruskan putaran dinamo kepada bagian mesin bubut yang terdiri dari gigi - gigi / gear utama.Jika pada sepeda motor gear ini biasa disebut dengan gigi primer.Jika handel rpm diletakkan pada posisi N , netral , dan mesin dalam keadaan menyala maka gigi primer ini akan terus berputar sedangkan spindel / ragum akan diam tidak berputar.Untuk memutar ragum handel rpm harus diletakkan tidak pada posisi N,tapi posisikan pada angka yang tertera pada tabel rpm.Misalnya handel diposisikan pada angka 100,maka ragum akan berputar sebnyak 100 kali dalam satu menit.Kenapa demikian,yang terjadi pada mesin bubut ketika handel rpm diletakkan pada sebuah angka rpm adalah putaran pada gigi primer diteruskan pada rangkaian-rangkaian gear / gigi - gigi sekunder.Gigi sekunder akan diteruskan pada gigi - gigi ratio.Layaknya sebuah mesin sepeda motor gigi ratio ini juga mempunyai banyak pilihan (pada sepeda motor gigi 1,2,3,4),jumlah gear banyak atau sedikit.Dari gigi ratio inilah sebuah ragum dapat berputar secara sangat pelan,sedang atau sangat kencang hingga mencapai 2000 putaran setiap satu menitnya.Inilah fungsi dari gear pada sebuah mesin bubut.mengubah putaran dinamo / motor linstrik ( sekitar 1000 an rpm ) menjadi putaran yang sangat pelan,bisa sampai 5 rpm atau menjadi sangat kencang yaitu sekitar 2000 rpm.
Proses kerja mesin bubut tentu bukan hanya sekedar memutar ragum saja,lebih dari itu adalah menggerakkan pahat supaya dapat menyayat benda kerja.Lalu bagaimana caranya supaya putaran dinamo / motor listrik dapat menggerakkan pisau yang begerak lurus ke kanan atau ke kiri ?.
Proses kerja mesin bubut tentu bukan hanya sekedar memutar ragum saja,lebih dari itu adalah menggerakkan pahat supaya dapat menyayat benda kerja.Lalu bagaimana caranya supaya putaran dinamo / motor listrik dapat menggerakkan pisau yang begerak lurus ke kanan atau ke kiri ?.
Pergerakan eretan mesin bubut dimulai dari perputaran gear-gear yang berada di sisi luar gear box mesin bubut.Gear ini sengaja diletakkan diluar dengan maksud untuk mempermudah ketika harus mengganti ukuran gear pada saat membuat drat.
Klik di sini untuk mengetahui cara mengganti gear saat membuat drat
Perhatikan gear 1,gear ini merupakan gear yang langsung mendapatkan putaran dari putaran gear box mesin bubut.Bisa dikatakan gear ini merupakan gear utama untuk pegerakan eretan mesin bubut.Gear utama ini akan meneruskan putaran dari gear box mesin bubut ke gear-gear yang ada dibawahnya.Satu rangkaian gear-gear ini ( gear utama dan dibawahnya ) akan dihubungkan dengan gear box yang berkaitan dengan handel - handel mesin bubut untuk eretan ( selanjutnya kita sebut dengan gear box eretan ) bukan handel rpm ragum.
Gear box eretan,pada gear box ini terdapat handel-handel yang berkaitan dengan pergerakan eretan mesin bubut.Cepat lambatnya pergerakan eretan atau untuk mengatur jarak gang / ulir ketika membuat sebuah drat dengan mesin bubut.Pada gear box eretan juga terdapat gear-gear rasio,perbandingan roda gigi yang berfungsi sebagai pengatur kecepatan laju eretan.Dengan rpm yang sama pada ragum,kecepatan laju eretan dapat di ubah sesuai dengan keinginan,disinilah fungsi utama dari gear box eretan.
Perubahan gerakan dari putaran gear menjadi gerakan maju mundur atau kanan kiri pada eretan mempunyai prinsip yang sama dengan prinsip mur dan baut,ketika baut dimasukkan pada mur kemudian di putar,maka baut akan bergerak maju atau mundur.Prinsip ini akan sama persis dengan gerakan eretan ketika membuat drat denga mesin bubut.Prinsip ini akan ada sedikit perbedaan ketika proses membubut rata.
Uraian singkat tentang cara kerja mesin bubut ala TUKANG BUBUT amatiran.Semoga bermanfaat dan nantikan uraian singkat tentang cara kerja mesin bubut ketika membubut rata pada artikel selanjutnya.
TUKANG BUBUT amatiran.
Friday, 14 October 2016
CARA MENGUKUR KETINGGIAN O-RING HIDROLIK
O-ring hidrolik,merupakan salah satu part hidrolik yang termasuk dalam perangkat anti kebocoran.Penggunaan o-ring ini berbeda dengan penggunaan seal-seal atau perangkat anti kebocoran yang lain.Rod seal dan piston seal digunakan pada bagian yang bergerak sedangkan o-ring digunakan pada bagian yang diam.Kalaupun digunakan untuk bagian yang bergerak itupun hanya untuk hidrolik / pneumatik dengan tekanan rendah.Contoh untuk penggunaan o-ring ini adalah untuk menyekat oli pada cover depan hidrolik.Tidak di tempatkan dibagian dalam cover,o-ring ini diletakkan dibagian luar cover yang berfungsi untuk menyekat oli keluar dari tabung bukan dari as / rod hidrolik.Pada bagian cover ini o-ring berfungsi pada bidang yang diam,berbeda dengan seal yang ada pada bagian dalam cover.Seal yang berada di dalam cover akan bergesekan dengan sesuatu yang bergerak yaitu rod / as hidrolik.
Dalam dunia otomotif o-ring ini juga sangat sering kita jumpai,diantaranya untuk o-ring tutup klep atau untuk tutup knoken as.Penggunaan yang sama o-ring pada dunia otomotif juga digunakan untuk bagian yang diam,berbeda dengan seal yang ada di klep motor.Seal yang ada di klep motor merupakan seal yang berfungsi seperti rod seal pada hidrolik yaitu untuk bagian yang bergerak.
Dalam dunia otomotif o-ring ini juga sangat sering kita jumpai,diantaranya untuk o-ring tutup klep atau untuk tutup knoken as.Penggunaan yang sama o-ring pada dunia otomotif juga digunakan untuk bagian yang diam,berbeda dengan seal yang ada di klep motor.Seal yang ada di klep motor merupakan seal yang berfungsi seperti rod seal pada hidrolik yaitu untuk bagian yang bergerak.
MENGUKUR KETINGGIAN O-RING
Bagi seorang tukang bubut yang menjadi masalah tentang o-ring ini bukan hanya masalah bocor atau tidaknya.tetapi ada hal yang jauh lebih penting yaitu ukuran groove / alurnya.Ukuran groove ini harus tepat supaya ketika dipasang o-ring ini tidak terlalu keras ( susah memasang part pasangan yang ada o-ringnya ) atau juga tidak terlalu enteng.Jika terlalu keras,disamping akan susah masangnya juga berpotensi terjadi kebocoran karena bisa saja o-ring pecah.Jika terlalu enteng juga berpotensi terjadi kebocoran karena o-ring tidak memampat oli secara sempurna.
Hal ynag menjadi ketentuan dalam mebuat groove / alur untuk o-ring ini adalah berapa ketinggian o-ring terhadap benda kerja yang dipasangi o-ring ketika o-ring tersebut di pasang.Seperti yang terlihat pada gambar di atas ketinggian suatu o-ring untuk sebuah diameter adalah 1 mm lebih besar dari diameter benda kerja.Sedangkan lebarnya adalah 0.5 mm lebih lebar dari ketebalan o-ringnya.Untuk sebuah benda kerja yang berbentuk bidang permukaan ketinggian o-ringnya adalah 0.5 diatas bidang permukaan rata tersebut.Sedangkan diameternya mempunyai 2 tipe pengukuran.
- ID alur / groove mempunyai ukuran yang sama dengan ID o-ring sedangkan OD alurnya adalah 1 mm lebih besar dari OD o-ring.
- OD alur / groove mempunyai ukuran yang sama dengan OD o-ring sedangkan ID alurnya adalah 1mm lebih kecil dari ID o-ringnya.
Fungsi toleransi ukuran alur untuk o-ring ini adalah untuk proses mengembang yang terjadi pada o-ring ketika di pasang.Jika ukuran ini dibuat pas dengan ukuran o-ringnya maka yang terjadi adalah o-ring akan keras ketika dipasang dan beresiko rusak ( pecah ).Selain toleransi ukuran alur ini juga berfungsi sebagai celah untuk memasang dan melepas o-ring itu sendiri.
MEMBUAT ALUR / GROOVE O-RING
Kebetulan TUKANG BUBUT amatiran adalah seorang tukang bubut yang bergerak di bidang hidrolik,tentu sangat sering membuat alur untuk seal - seal hidrolik.Dalam membuat alur o-ring ini saya menggunakan ukuran sebagai berikut.
Misalnya akan di buat sebuah alur pada benda kerja dengan ukuran diameter 30 mm dan o-ring mempunyai ketebalan diameter 3.5 mm.Cara menghitungnya adalah ( 3.5 x 2 ) - 1.5 = 5.5 .Angka 5.5 merupakan angka untuk pergerakan eretan lintang.Jadi ketika membuat alur untuk diameter 30 dan ketebalan o-ringnya adalah 3.5 mm maka gerakkanlah pisau dengan memutar eretan lintang sejauh 5.5 mm.Sehingga diperoleh ukuran 24.5 mm.Untuk benda kerja dengan ukuran kurang dari 30 mm biasanya angka pergeseran eretan lintang masih saya tambahi lagi dengan 0.2 mm sehingga ukurannya menjadi 24.3 mm.Untuk benda kerja yang lebih besar dari itu maka ukurannya adalah tetap yaitu eretan lintang di putar sejauh 5.5 mm.Sedangkan lebar alurnya adalah 3.5 + 0.5 mm = 4 mm.
Ukuran ini juga ada perbedaan untuk membuat alur dalam.Misalnya akan dibuat sebuah alur dalam pada benda kerja dengan diameter dalam 50 mm dan ketebalan o-ringnya adalah 3.5 mm,cara menghitungnya adalah ( 3.5 x 2 ) - 1 = 6.Buatlah alur dalam dengan pergeseran eretan lintang sejauh 6 mm sehingga ukurannya menjadi 56 mm dan lebarnya adalah 4 mm.
Sekedar share,TUKANG BUBUT amatiran.
Friday, 7 October 2016
CARA MENGETAP DENGAN MESIN BUBUT
Mengetap,merupakan salah satu pekerjaan di bidang permesinan yang bertujuan untuk membuat drat dalam.Proses pekerjaan ini membutuhkan suatu alat bantu utama yang disebut dengan TAP atau HAND TAP.Alat ini mempunyai bentuk seperti baut yang di buat beberapa alur yang berfungsi sebagai jalur keluarnya tatal bekas tap-tapan.Secara umum tap terbagi dalam 3 macam yaitu tap no 1,2 dan 3.
- Tap no 1 adalah sebuah tap yang harus digunakan pada langkah pertama ketika mengetap.Tap ini bisa juga disebut sebagai tap permulaan.Tap ini mempunyai ciri-ciri bagian rata pada mata tap ( lancip-lancip ) paling banyak diantara tap lainnya.
- Tap no 2,tap ini digunakan pada langkah kedua pengetapan.Tap ini mempunyai jumlah bagian rata yang lebih sedikit dibanding tap no 1.
- Tap no 3.Tap ini berfungsi sebagai tap finishing.Tap ini digunakan pada langkah terakhir proses pengetapan.Tap ini mempunyai bagian rata paling sedikit dibanding tap yang lainnya.
Kebiasaan TUKANG BUBUT amatiran
Ketika mengetap sebuah lubang yang tembus biasanya saya hanya menggunakan tap no 2.Hal ini saya lakukan untuk menyingkat proses kerja.Meskipun demikian,walaupun hanya menggunakan tap no 2 hasil dari tap-tapan ini sudah bisa dimasukkan bautnya secara sempurna.Akan lain ceritanya jika harus mengetap sebuah lubang yang tidak tembus.Saran saya gunakanlah tap no 1 atau 2 terlebih dahulu supaya enteng mengetapnya.Proses mengetap seperti ini juga harus diakhiri dengan tap no 3 supaya hasilnya bagus dan sama sampai akhir drat.Sekedar saran saja,jangan mengetap dengan menggunakan tap no 3 terlebih dahulu atau hanya menggunakan tap no 3 saja,hal ini mengakibatkan putaran tap menjadi berat dan sangat beresiko patah.
MENGETAP DENGAN MESIN BUBUT
Mengetap juga bisa dilakukan dengan menggunakan mesin bubut.Biasanya proses mengetap dengan mesin bubut ini saya lakukan untuk drat dengan ukuran sekitar 8 sampai 14 mm,dan ini sifatnya opsional , bebas terserah tukang bubutnya.
Langkah-langkah mengetap drat M 12 x 1.75 dengan mesin bubut.
- Persiapkan alat-alat untuk mengetap diantaranya hand tap M 12 x 1.75,gagang tap,mata bor 10.5 , pelumas,bor senter dan senter hidup mesin bubut.
- Pasang benda kerja.Lakukan bubut facing kemudian buatlah sebuah cekungan kecil pada senter benda kerja dengan memggunakan pisau kanan , atau bisa juga mengebornya dengan menggunakan bor senter..Cekungan ini berfungsi untuk membantu mata bor agar lurus dan diam saat proses mengebor.
- Perhatikan tap nya.Pada bagian belakang dari tap ini terdapat sebuah titik kecil yang menerupai sebuak ketrikan.Titik ini berfungsi untuk meluruskan hand tap terhadap lubang yang akan di tap.Oleh karena itu pastikanlah bahwa ujung senter mesin bubut harus benar-benar masuk pada titik ini ketika akan memulai proses mengetap dengan mesin bubut.
- Pasang senter hidup pada kepala lepas / tail stock dan dekatkan pada benda kerja dengan perkiraan masih ada ruang yang cukup untuk memasang tap pada benda kerja.
- Letakkan tap yang sudah di pasang gagangnya pada lubang yang akan di tap.Dorong senter dengan memutar handel tail stock dan pastikan ujung senter masuk pada titik kecil yang ada pada ujung tap kemudian kuncilah tail stock terhadap meja mesin.
- Dorong rumah pisau dengan menggunkan eretan lintang mendekati gagang tap.Posisikanlah rumah pisau ini menjadi tumpuan gagang tap.Perhatikan lingkaran biru pada gambar di atas.Ketika ragum di putar,tap ini diam tidak ikut berputar,dan inilah fungsi dari rumah pahat sebagai tumpuan gagang tap.
- Matikan mesin dan posisikan pada rpm netral,sekaligus berikan pelumas pada tap dan luabangnya.
- Ambil kunci ragum,letakkan pada posisinya ( lubang yang ada di rahang ragum ) dan pegang dengan menggunakan tangan kiri.Bersamaan dengan itu letakkan tangan kanan anda pada handel tail stock.Posisi ini merupakan posisi persiapan operator / tukang bubut untuk memulai mengetap.
- Putar ragum secara manual dengan menarik kunci ragum kebawah.bersamaan dengan itu putarlah handel tail stock ke depan sehingga tap ikut bergerak maju mengikuti putaran ragum.
- Pindahkan kunci ragum pada lubang selanjutnya , tarik kembali ke bawah dan kembalai dorong tap dengan memutar handel tail stock secara bersamaan.Begitu seterusnya memutar ragum dan handel tail stock secara bersamaan.
- Lakukan berulang-ulang jika perlu berikan sedikit putaran balik untuk memutus tatalnya.
Tipa ringan ala TUKANG BUBUT amatiran ,semoga bermanfaat.
Silahkan di baca juga :
Wednesday, 5 October 2016
CARA MEMBUBUT KOTAK DENGAN MESIN BUBUT
Benda kerja kotak,sebuah benda kerja yang berbentuk kotak,baik itu persegi ataupun persegi panjang.Dalam dunia hidrolik,benda kerja dengan bentuk kotak ini sangat sering digunakan.Biasanya benda seperti ini digunakan untuk cover,flange,clevis ataupun check valve.Untuk membuat sebuah benda kerja kotak biasanya mesin yang digunakan adalah mesin milling atau mesin sekrap.Tapi tahukan anda bahwa benda kerja ini juga bisa dekerjakan dengan mesin bubut ?.Nah ,untuk kesempatan kali ini TUKANG BUBUT amatiran akan memberikan tips ringan untuk membuat sebuah benda kerja kotak dengan mesin bubut.
MEMBUBUT BENDA KERJA KOTAK DENGAN MESIN BUBUT
Langkah pertama sebelum membubut sebuah benda kerja sudah pasti adalah pemeriksaan bahan mentah.Pastikan bahwa bahan mentah adalah sesuai dengan gambar benda kerja yang akan dibuat.Pastikan ukuran kotak dan ketebalannya akan bisa dibubut sesuai ukuran yang di minta.
Seperti biasa rahang ragum kita bagi menjadi empat yaitu rahang 1 , 2 ,3 dan 4.Dorong rahang 2 dan 4 kedalam hingga benar - benar mengadu dan berada tepat di tengah - tengah ragum dan kencangkan.Ukur ketebalan benda kerja kemudian lebarkan rahang no 1 dengan perkiraan melebihi ukuran ketebalan benda kerja.Masukkan benda kerja pada celah ragum no 1 ini kemudian kencangkan rahangnya.Seperti langkah pada rahang no 1,lakukan pula pada rahang no 3 untuk benda kerja kedua.Kencangkan rahang ragum no 3 ini kemudian lakukan pengecekan ulang pada rahang ragum no 1.Dengan demikian maka proses mengikat benda kerja sudah selesai dan siap untuk proses membubut.
Proses membubut yang akan digunakan untuk membubut kotak adalah proses membubut permukaan atau facing,oleh karena itu persiapkanlah mesin dan pisau untuk melakukan proses bubut facing.Pada proses bubut untuk sisi kotak yang pertama ini saya sarankan untuk membubut asal rata terlebih dahulu sebagai langkah aman terhadap ukuran hasil akhirnya nanti.Mulailah dengan memberikan kedalaman pemakanan sebanyak 0.5 mm.Perhatikan hasilnya jika sudah rata dan halus maka cukupkanlah untuk proses membubut sisi kotak yang pertama ini.Jika belum maka tambahkanlah kedalaman lagi sebanyak 0.5 mm.
Untuk proses selanjutnya adalah membubut sisi kotak yang berlawanan dengan sisi yang tadi sudah di bubut rata.Buka rahang no 1 ,ambil benda kerja kemudian balik posisinya hingga sisi yang suda di bubut menempel pada bidang rata ragum,sedikit kencangkan rahangnya.Lakukan juga langkah ini untuk benda kerja kedua yang menempel pada rahang no 3,sedikit kencangkan rahangnya.Pukul bagian luar benda kerja untuk memastikan bahwa sisi dalam benda kerja benar-benar rata dengan permukaan ragum,kemudian kencangkan rahangnya.Lakukan pula langkah ini untuk rahang no 1 dan pastikan bahwa benda kerja benar-benar rata dengan permukaan ragum dan kencang.Setelah proses ini selesai maka benda kerja siap untuk di bubut.Berikan kedalaman pemakanan sebanyak 0.5 mm untuk proses membubut yang pertama dan lakukan pengukuran pula pada proses yang pertama ini.Kemudian bubutlah sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
Proses setting benda kerja untuk membubut sisi yang ketiga agak sedikit berbeda dengan proses membubut pada sisi pertama dan kedua.Pada langkah ini benda kerja harus disetting supaya siku-siku terhadap bidang rata ragum.Caranya adalah,bukalah rahang ragum no 1 dan 3 kemudian putarlah benda kerja sehingga bagian yang sudah rata berada di sisi kiri dan kanan dari rahang ragum ( lihat gambar ).Kencangkan sedikit rahangnya untuk proses menyiku benda kerja.Letakkan salah satu sisi siku pada sisi benda kerja yang sudah rata dan dekatkan sisi siku yang lain pada permukaan ragum.Lakukan setting siku ini pada kedua sisi benda kerja yang sudah rata pada setiap benda kerja.Pastikan bahwa sisi siku yang menempel pada ragum benar - benar rata untuk setiap sisi benda kerja.Lakukan ini pula pada benda kerja kedua yang berada pada rahang no 3.Pastikan benda kerja benar-benar siku-siku dan kencang sebelum melakukan proses mebubut.Sama seperti proses yang pertama,bubutlah sisi ketiga ini dengan ketentuan asal rata terlebih dahulu.
Proses membubut untuk sisi yang ke empat mempunyai langkah yang sama dengan membubut sisi yang kedua.Pastikan bahwa sisi benda kerja yang menempel pada permukaan ragum benar-benar rata dan benda kerja benar- benar terikat dengan sempurna.
Hal - hal yang perlu diperhatikan.
- Pastikan bahwa benda kerja benar terikat dengan sempurna dan kencang karena hanya terikat pada dua sisi saja.
- Gunakan putaran sedang.
- Proses bubut ini biasanya akan boros pisau karena pisau berbenturan dengan benda kerja yang tidak rata layaknya membubut bulat,oleh karena itu sekedar saran saja , berikanlah radius pada ujung pahat atau jika ada gunakanlah pahat bubut cnc.
- Jika benda kerja yang akan dibuat kotak hanya satu,maka bisa menggunakan ragum rahang tiga.Atau jika menggunakan ragum rahang empat , pasanglah sebuah benda yang berfungsi sebagai alat bantu pada rahang yang berlawanan dengan rahang yang digunakan untuk mengikat benda kerja.Gunakanlah benda alat bantu dengan ukuran yang lebih kecil dari benda kerja yang di bubut.
- Berikan pelumas setiap proses membubut.
Tips ringan ala TUKANG BUBUT amatiran , semoga bermanfaat.
Silahkan di baca juga :
CARA MEMBACA TABEL MESIN BUBUT / MENGGANTI RODA GIGI UNTUK MEMBUAT DRAT
Mesin bubut terkadang mempunyai perbedaan antara satu dengan yang lain terutama dalam hal membuat drat.Ada sebuah mesin bubut yang hanya cukup memindahkan handel-handel saja untuk membuat drat.Tetapi ada juga yang harus mengganti beberapa roda gigi / gear terlebih dahulu untuk membuat drat.Sebagai tambahan perbendaharaan ilmu kali ini saya akan membahas tentang sebuah mesin bubut yang mengharuskan seorang operator untuk mengganti roda gigi dahulu sebelum mengedrat.
Sebagai contoh sebuah mesin bubut yang dulu pernah ada di bengkel tempat saya bekerja.Mesin ini mempunyai tampilan tabel seperti pada gambar di atas.Pada tabel ini terdapat beberapa kode tabel, diantaranya a.b,ABCD ( kapital ),angka 1 sampai 8 , 120,127,30,35,45,48.Kode ABCD dan angka 1 sampai 8 merupakan kode untuk handel-handel yang berkaitan dengan kecepatan laju eretan bawah dan eretan lintang.Kode yang lain merupakan kode-kode angka yang menunjukkan jumlah mata dalam satu roda gigi / gear.Gear-gear ini juga berkaitan dengan pergerakan laju eretan bawah dan lintang.
Perhatikan gambar yang ada disebelah kiri.Gambar ini menunjukkan posisi dari gear / gear atau roda gigi sebuah mesin bubut.Jika melihat tabelnya maka posisi gear / roda gigi ini sangat berpengaruh terhadap laju pegerakan eretan bawah terutama untuk membuat drat.Begitu pula untuk jenis dratnya baik itu wihtworth ataupun metrik biasanya ada perbedaan posisi gear / roda gigi.Seperti pada gambar di atas,gambar posisi gear sebelah kiri,dimana posisi gear a,penghubung,gear 120 dan gear b berada pada satu garis lurus,posisi ini merupakan posisi untuk membuat drat metrik.Cocokakanlah terhadap tabelnya dimana posisi gear ini berada pada tabel untuk drat jenis metrik,milimeter.Tidak hanya untuk jenis dratnya saja,posisi gear ini juga harus diperhatikan ketika membuat drat dengan jarak tertentu.Jika melihat tabelnya maka jumlah mata dalam roda gigi ini akan berpengaruh terhadap jarak gang sebuah drat/ulir.Sebagai contoh misalnya akan dibuat sebuah drat dengan jarak gang 1.75 mm,maka posisi gearnya adalah posisi yang tampak seperti gambar paling kiri,kemudian jumlah mata dari gear a adalah 35 , gear b 45 kemudian posisikan handel - handel pada angka 1 huruf D dan A.Jika kita ingin membuat drat dengan jarak gang 1.5 mm maka kembali perhatikan tabelnya,dimana jumlah mata untuk gear a harus diganti dari 35 menjadi 30 sedangkan posisi handel-handel dan jumlah mata gearnya masih tetap yaitu D,A dan angka 1.Perhatikan posisi gear,handel-handel dan jumlah mata dalam sebuah gear sebelum membuat sebuah drat dengan mesin bubut.
Gambar posisi gear sebelah kanan merupakan posisi untuk ukuran inchi.Posisi gear a,penghubung dan 120 berada pada satu garis lurus,sedangkan posisi gear 127 harus segaris dengan gear b,sementara posisi gear 120 dn 127 masih dalam satu sumbu.Cara membaca tabel untuk ukuran inchi ini mempunyai prinsip yang sama dengan cara membaca untuk ukuran millimeter.Perhatiakan posisi gear,jumlah mata gear dan handel-handelnya.Untuk gear a dan b sendiri mempunyai jumlah mata yang selalu tetap yaitu gear a 30 dan gear b 45.Sedangkan handel-handelnya harus berubah sesuai dengan drat yang akan di buat.Sebagai contoh misalnya akan membuat drat inci dengan jumlah 12 gang per inchi maka posisi handelnya adalah C,B dan angka 6.
MENGGANTI RODA GIGI / GEAR DISESUAIKAN DENGAN TABEL MESIN BUBUT
Gambar ini merupakan gambar sebuah gear / roda gigi pada sebuah mesin bubut,gear a,b.120,127 dan gear penghubung yang selalu tetap baik itu posisi ataupun jumlah matanya.Gear 120 dan 127 di ikat oleh satu baut yaitu baut no 3,gear 127 berada di luar sedangkan gear no 120 berada di bagian dalam.
Jika melihat posisinya maka gambar di atas berada pada posisi millimeter / drat metrik,dimana gear a,penghubung,120 dan gear b berada pada satu garis lurus.Seandainya posisi ini akan diubah menjadi posisi inchi maka caranya adalah :
- Kendurkan baut no 5,gear 120 nantinya akan menjadi turun ke bawah.
- Kencangkan kembali baut no 5 untuk memudahkan proses yang lainnya.
- Kendurkan baut no 3 dengan perkiraan gear b dapat dengan mudah dikeluarkan kemudian kencangkan kembali untuk memudahkan proses membuka gear b.
- Buka baut no 4 kemudian keluarkan gear b.
- Pasang kembali gear b dengan membalik posisinya sehingga posisi gearnya berada agak keluar dan segaris dengan gear 127.
- Pasang kembali bautnya dan kencangkan.
- Kendurkan baut no 3 dan dekatkan gearnya kepada gear b,kemudian kencangkan kembali bautnya.
- Kendurkan baut no 5,angkat dan dekatkan gear 120 dengan gear penghubung kemudian kencangkan bautnya.
- Selesai.
Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengganti gear :
- Pastikan mesin dalam keadaan mati.Tekan tombol emergency atau matikan saklarnya.
- Gunakan kunci yang tepat.Jika menggunakan kunci inggris,pastikan lebarnya tidak terlalul lebar.Membuka kunci inggris terlalu lebar akan membuat baut cepat rusak, selek / dol.
- Perhatikan jarak kerapatan antar gearnya.Jika terjadi kebisingan ketika mesin dinyalakan itu artinya jarak kerapatan gear terlalu rapat,solusinya adalah merenggangkan jaraknya.
- Perhatikan posisi dan jumlah mata gearnya,pastikan sudah sesuai dengan tabel yang diinginkan.
- Baut no 2 3 dan 5 tidak perlu di lepas,cukup dikendurkan saja.Lepas baut no 1 dan 4 jika harus mengganti gear a atau b.
- Gunakan sarung tangan karena gear-gear ini sangat tajam.
Saturday, 1 October 2016
CARA MENJEPIT BENDA KERJA TAK BERATURAN / CLEVIS HIDROLIK
Clevis hidrolik merupakan bagian dari hidrolik yang akan digunakan sebagai tempat untuk menempatkan pin hidrolik.Pin ini akan menghubungkan hidrolik dengan sesuatu yang akan diangkat atau didorong dengan hidrolik itu sendiri.Clevis ini mempunyi bentuk yang bermacam-macam dan terkadang tidak beraturan.Seperti yang tampak pada gambar di atas,clevis ini mempunyai bentuk persegi panjang tetapi salah satu ujungnya berbentuk setengah lingkaran.Bentuk seperti ini biasanya disebut dengan mal atau pola.
Cara terbaik untuk mengikat bendaa kerja seperti gambar diatas adalahh dengan menggunakan ragum rahang empat.Meskipun bisa juga menggunakan ragum rahang tiga.Mengikat dengan menggunakan ragum rahang tiga akan memerlukan peralatan tambahan yaitu berupa pipa yang akan dilas titik pada bagian tertentu yang akan digunakan sebagai tempat untuk mengikat clevis ini di ragum.Penggunaan ragum rahang tiga juga akan menambah proses pekerjaan yaitu pengelasan dan penggerindaan untuk melepas pipa yang tadi di las.
CARA MENJEPIT BENDA KERJA DENGAN RAHANG EMPAT
Berikut ini langkah-langkah yang saya lakukan untuk menjepit benda kerja di atas.Sebagai catatan benda di atas mempunyai ukuran 100 x 150 mm tebal 50 mm.
- Seperti gambar di atas , ragum saya bagi menjadi 4 bagian yaitu rahang 1 sampai 4.Bukalah masing - masing rahang dengan lebar yang sama yaitu 100 mm.Usahakan jarak masing - masing rahang ini sama jika diukur dari titik tengah ragum,gunakanlah garis - garis lingkaran yang ada pada ragum sebagai parameternya.
- Lebarkan rahang no 1 hingga berjarak 155 mm dari rahang no 3 dan lebarkan rahang no 2 hingga berjarak 105 mm dari rahang no 4.
- Pasang benda kerja dan kencangkan pada rahang no 1 dan 2.
- Lakukan setting benda kerja pada permukaannya terlebih dahulu baru kemudian setting kesenterannya.
- Seperti yang tampak pada gambar no 1,cara setting kesenteran benda kerja ini dilakukan pada bagian benda kerja yang berbentuk setengah lingkaran.Letakkan jarum dial pada bagian ini dan senterlah benda kerja ini pada bagian yang terikat pada rahang no 2 3 dan 4.Cara ini mempunyai kelebihan yaitu senter yang langsung mengarah pada benda kerja.Kelemahan dari cara ini adalah ketika harus membubut dalam jumlah yang banyak.Proses setting dengan cara ini akan memakan waktu yang lumayan banyak karena biasanya benda seperti ini hasil potongannya tidak rapi bahkan cenderung miring.
- Cara lain ( gambar no 2 ) untuk nyetting benda kerja ini adalah dengan melakukan setting pada rahang ragumnya terutama rahang yang mengikat bagian setengah lingkarannya ( rahang 2 3 dan 4 ).Kelebihan dari cara ini adalah proses setting yang cepat ketika harus membubut dalam jumlah yang banyak.Meskipun benda kerja mempunyai bentuk yang tidak bagus , sudah pasti tidak akan berpengaruh apa -apa karena yang di setting adalah ragumnya.Kelemahan dari car aini adalah jarak rahang no 1 yang terlalu jauh,oleh karena itu jarum pasti akan berbenturan dengan rahang ini.Solusi untuk masalah ini adalah lakukan proses setting dengan bolak - balik dari rahang 2 3 4 kemudian 4 3 2 tanpa harus melalui rahang 1.Cara kedua ini merupakan cara yang saya pilih.
PROSES MENJEPIT UNTUK MEMBUBUT UJUNG CLEVIS
Setelah selesai proses membubut lubang pinnya,langkaj selanjutnya untuk membubut clevis ini adalah meratakan ujungnya.Langkah - langkah yang saya lakukan untuk proses ini adalah :
- Lepas benda kerja setelah selesai proses melubangi dengan cara membuka ragum pada rahang no 2 dan 1.Biarkan jarak rahang no 2 dan 4 karena masih akan digunakan untuk proses selanjutnya.Ubah jarak rahang no 1 dan 3 menjadi 50 mm kemudian lebarkan rahang yang no 1 sejauh 5 mm.
- Masukkan benda kerja dan kencangkan ragum pada rahang no 1 dan 2.
- Setting ragum pada rahang no 2 dan 4 dengan kekencangan setengah kencang.
- Siku permukaan benda kerja terhadap permukaan ragum ( no 2 ).Lakukan pada dua sisi permukaannya yaitu pada rahang no 1 dan 3.
- Setting pada ujung benda kerja.Lakukan proses ini pada ke empat sudut benda kerja.Biasanya setting ini tidak akan bisa sama persis dan hanya mendekati saja ( no 3 ).
- Setting benda kerja pada ujungnya pada bagian yang segaris dengan rahang no 1 dan 3.Lakukan proses ini dengan mengendurkan dan mengencangkan rahang ragumnya.Lakukan pengecekan kesikuan benda kerja terhadap ragum setiap satu atau dua kali proses mengendurkan dan mengencangkan rahangnya.Biasanya kesikuan ini akan berubah setiap rahang ragum dibuka atau dikencangkan ( proses no 2 ).
- Lakukan dengan tepat hingga diperoleh hasil yang bagus.
- Terakhir lakukan proses meratakan ujung clevis dengan langkah seperti membubut rata memanjang.
Tips ringan ala TUKANG BUBUT amatiran ini semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Silahkan dibaca juga :
Thursday, 29 September 2016
CARA MEMBUAT DRAT DALAM DENGAN MESIN BUBUT
Salah satu pekerjaan yang sering dilakukan seorang tukang bubut adalah membuat drat dalam / mur.Drat dalam ini merupakan sebuah drat yang dirancang sebagai pasangan dari sebuah drat luar / baut,oleh karena itu cara memberi ukuran untuk drat dalam ini juga mengikuti ukuran bautnya.Oleh TUKANG BUBUT amatiran,biasanya drat dalam ini dikerjakan dalam membubut sebuah tabung hidrolik,dimana tabung hidrolik ini mempunyai pasangan pula yaitu berupa cover hidrolik.Pada kesempatan kali ini TUKANG BUBUT amatiran akan membahaas tentang membuat drat dalam dengan mesin bubut dan yang dijadikan sebagai bahan praktek adalah sebuah tabung hidrolik dengan ukuran 80 x 95.Tabung ini akan di buat drat dengan ukuran M 85 x 2 panjang 35 , sesuai gambar diatas.
PRAKTEK MEMBUAT DRAT DALAM DENGAN MESIN BUBUT
Seperti biasa , sebelum melakukan sebuah pekerjaan permesinan sangat saya sarankan untuk memeriksa bahan mentah,dalam hal ini pastikanlah bahwa tabung sudah sesuai ukurannya dengan gambar yaitu tabung diameter 80 dengan diameter luar 95,serta lakukan pengecekan terhadap panjangnya.
Pasang benda kerja pada ragum dan lakukan penyetelan dengan benar.Tidak seperti biasanya,untuk menyetting sebuah tabung bagian yang harus di setting adalah bagian diameter dalamnya.Oleh karena itu settinglah tabung ini pada diameter dalamnya dan pastikan hasilnya bagus.Untuk hasil terbaik dalam setting tabung hidrolik saya sarankan untuk menggunakan dial indikator karena mempunyai tingkat akurasi yang tinggi.
Setelah benda kerja benar - benar siap di bubut langkah selanjutnya adalah meratakan ujung tabungnya,atau biasa disebut dengan bubut facing,rata permukaan.Untuk pekerjaan ini ada 2 pilihan metode,bisa menggunakan langkah otomatis eretan lintang atau bisa juga dengan menggunakan eretan bawah.Sebenarnya bisa juga menggunakan eretan atas,namun pada dasarnya mempunyai prinsip yang sama dengan eretan bawah.Pada proses bubut facing ini saya sarankan untuk menchamfer juga pada ujung luar tabungnya supaya tidak tajam.Proses chamfer ini bisa dlakukan dengan memiringkan pisau kanan atau bisa juga dengan langkah kombinasi antara eretan lintang dan atas secara bersamaan.
Setelah selesai proses bubut facing maka persiapkanlah sebuah pisau bubut rata dalam kemudian pasang pada rumah pisau dengan ketinggian di atas senter benda kerja.Kemudian aturlah eretan atas untuk sudut 30 derajat,hal ini sebagai persiapan untuk proses chamfer pada langkah akhir bubut rata dalam.Posisikan pisau dalam sejajar dengan eretan bawah,meskipun posisi eretan atas berada pada sudut 30 derajat.Tempelkan pisau dalam pada ujung tabung,pada keadaan ini posisikan parameter eretan bawah pada angka nol.Tarik keluar pisau ke arah kanan dengan menggunakan eretan bawah,nyalakan mesin dan dekatkan pisau pada diameter dalam benda kerja hingga sedikit menyayatnya.Tarik keluar pisau ke kanan dengan menggunakan eretan bawah.Posisikan parameter eretan lintang pada angka nol.Berikan kedalaman pemakanan sebanyak 0.5 mm kemudian jalankan eretan bawah secara otomatis hingga benda kerja tersayat sepanjang 2 mm.Tarik keluar pisau dengan eretan bawah jauh menjauhi benda kerja.Geser pisau agak jauh dari benda kerja karena akan digunakan untuk mengukur.Ukurlah hasil sayatan tadi.Hal ini digunakan untuk memastikan bahwa hasilnya akan tepat.Pastikan ukurannya kemudian tambahkan kedalaman pemakanan hingga hasilnya nanti menjadi diameter 83 mm.Nyalakan mesin dan jalankan bubut rata otomatis.Berhentikan eretan bawah setelah sampai pada angka 35 dengan menarik handelnya,kemudian gunakan eretan atas untuk membubut tirusnya / chamfer dengan memutar handelnya searah jarum jam.Tarik keluar pisau dari benda kerja kemudian lakukan pula bubut chamfer sedalam 2 mm pada ujung awal diameter 83 mm sebagai chamfer awal drat.
Proses selanjutnya adalah membuat alur dalam.alur ini berfungsi sebagai langkah bebas pisau saat membuat drat.Persiapkan pisau alur dalam dengan lebar 3 sampai 5 mm,opsional,saran saya gunakanlah lebar pisau 5 mm,jika masih proses belajar membuat drat dalam.Pemasangan pisau ini bisa ditempatkan pada tempat pisau dalam yang tadi digunakan atau pada tempat lainnya,saran saya letakkan pisau ini pada tempat yang lain.Setelah terpasang dengan benar.tempelkan pisau pada ujung benda kerja / facing , kemudian posisikan parameter eretan bawah pada angka nol.Tarik keluar pisau sejauh 1 mm dengan bawah dan eretan lintang.Putar mesin denga putaran sedang atau pelan.Dorong pisau dengan eretan bawah sejauh 35 mm kemudian lakukan pembubutan alur dalam sedalam 3 mm.Gunakan pisau ini untuk menchamfer ujung akhir diameter 83.Chamfer ini berfungsi untuk keamanan pisau derat,Jika tidak di chamfer biasanya pisau drat patah pada akhir langkah drat,yaitu pada ujung akhir diameter 83 yang tidak di chamfer.
Tarik keluar pisau dan lepas untuk persiapan membuat drat.Pasang pisau drat dalam dengan jarak 50 mm dari rumah pisau.Jarak ini sifatnya opsional,bebas terserah tukang bubutnya.Atur rpm mesin pada putaran rendah sekitar 150 sampai 200.Atur pula handel-handel eretan untuk membuat drat dengan jarak gang 2 mm.Putar mesin kemudian tempelkan pisau pada diameter 83 mm hingga sedikit menyayat.Pada keadaan ini posisikan parameter eretan lintang pada angka nol.Tarik keluar pisau dengan eretan bawah,tanpa menarik keluar pisau dengan eretan lintang.Putar mesin dengan putaran kiri dengan menekan handelnya ke bawah,kemudian tekan handel untuk drat yang ada pada eretan bawah.Berikan kedalaman pemakanan sedalam 0.5 mm kemudian tarik handel ke atas hingga mesin berputar arah kanan.Pisau pun berjalan ke kiri dan memulai proses mengedrat.Pada proses mengedrat,usahan untuk selalu memposisikan tangan kiri pada handel eretan lintang dan tangan kanan pada handel rpm ragum.Perhatikan jalannya pisau,setelah sampai pada alur dalam ( alur langkah bebas pisau yang ada pada ujung diameter 83 ),putar ke kanan eretan lintang ke arah kiri sehingga pisau bergerak menjauhi benda kerja.Setelah ganti putaran ragum menjadi putaran sebaliknya ( kiri ) dengan menekan handelnya ke bawah sehingga pisau berjalan ke kanan dan keluar dari benda kerja.Matikan mesin kemudian lakukan pengecekan drat dengan menggunakan mal drat.Jika sudah benar kembali berikan kedalaman pemakanan sebanyak 0.3 mm dan mulailah proses pembubutan drat untuk yang kedua kalinya.Begitu seterusnya hingga didapatkan kedalaman drat yang diinginkan,yaitu sampai baut / pasangan drat dalam ini ( cover hidrolik ) masuk dratnya.
Permasalahan yang sering terjadi bagi seorang pemula dalam membuat drat adalah menentukan kedalaman pemakanan untuk langkah kedua dan selanjutnya.Antara terlalu banyak atau justru kurang satu putaran eretan lintangnya.Sehingga ketika mesin dijalankan pisau belum menyentuh benda kerja karena jarak pisau masih terlalu jauh.Untuk mengatasi masalah ini perhatikanlah posisi pisau ketika arah balik setelah proses mengedrat.Dekatkan pisau sedekat mungkin terhadap dratnya tapi jangan sampai menyentuhnya.Jika sampai menyentuh benda kerja , sudah dapat dipastikan bahwa pisau akan patah.Perhatikan pula tatalnya,biasanya tatal ini juga bisa menjadi penyebab pisau drat patah.Perkirakanlah jarak pisau ini sekitar 1 mm dari dratnya,jika ini yang dilakukan maka untuk kedalaman selanjutnya adalah beberapa angka setelahnya.Sebagai contoh untuk masalah ini adalah misalnya eretan mesin bubut mempunyai parameter angka 0 sampai 9.Ketika proses drat pertama parameter ini di angka 0 , maka pada saat balik arah letakkan pisau sedekat mungkin dengan dratnya dan posisikan parameter di angka 1.Untuk langkah selanjutnya langsung posisikan parameter eretan lintang pada angka 9.2 untuk penambahan kedalaman sebanyak 0,3 mm.Penambahan 0.3 ini tidak perlu untuk memutar eretan lintang satu putaran tapi langsung posisikan pada angka setelahnya.Ingat,kuncinya adalah letakkan pisau sedekatm mungkin terhadap benda kerja sekitar 1 mm pada saat arah balik.
CARA TUKANG BUBUT amatiran DALAM MEMBUAT DRAT DALAM.
Cara ini merupakan cara yang dilakukan oleh TUKANG BUBUT amatiran,dan ini merupakan cara yang tidak sesuai dengan standar mengedrat pada umumnya.Oleh karena itu cara ini mungkin saja tidak baik untuk di contoh.Jika sampai mengikuti cara ini kemudian terjadi hal-hal negatif maka saya tidak bertanggung jawab.
Untuk membubut sebuah tabung hidrolik seperti ini biasanya posisi eretan atas tidak di buat miring tetapi saya biarkan untuk lurus sejajar dengan eretan bawah.Untuk pisau dalamnya saya rancang supaya tatal bergerak ke arah belakang ( arah ke kiri menjauhi gagang pisau dalam ).Pada proses membubut dalam pun ada sedikit perbedaan dengan cara diatas.Pada saat proses membubut dalam dan angka pada eretan bawah sudah sampai pada angka 35 maka pada saat seperti ini eretan lintang langsung saya putar ke kanan secara perlahan sehingga pisau bergerak menjauh.Proses ini saya lakukan untuk membuat chamfer.Setelah selesai proses chamfer ini maka langkah otomatis eretan bawah saya matikan,pisau saya letakkan pada angka 30 eretan bawah kemudian saya tempelkan pada benda kerja.Otomatis kembali saya jalankan bersama dengan ini eretan lintang saya putar ke kiri sehingga pisau menyayat benda kerja secara perlahan.Setelah sampai kedalaman 3 mm eretan lintang saya biarkan dan eretan bawah terus berjalan.Setelah sampai pada angka 35 barulah eretan bawah saya matika jalan otomatisnya dan pisau saya tarik keluar.Langkah ini saya lakukan untuk membuat chamfer pada akhir langkah drat dan untuk membuat alur bebas drat.
Diameter dalam untuk membuat drat juga tidak sama dengan standar pada umumnya.Untuk ukuran 2 gang biasanya diameter dalamnya saya kurangi 2.5 mm dari ukuran bautnya.Jika melihat ukuran drat di atas maka diameter dalamnya saya buat menjadi 83.5 mm.Langkah ini saya ambil untuk mempercepat proses membuat drat terutama tabung hidrolik supaya cepat selesai.Tips ringan,semoga bermanfaat.
TUKANG BUBUT amatiran.
Baca juga :
Setelah benda kerja benar - benar siap di bubut langkah selanjutnya adalah meratakan ujung tabungnya,atau biasa disebut dengan bubut facing,rata permukaan.Untuk pekerjaan ini ada 2 pilihan metode,bisa menggunakan langkah otomatis eretan lintang atau bisa juga dengan menggunakan eretan bawah.Sebenarnya bisa juga menggunakan eretan atas,namun pada dasarnya mempunyai prinsip yang sama dengan eretan bawah.Pada proses bubut facing ini saya sarankan untuk menchamfer juga pada ujung luar tabungnya supaya tidak tajam.Proses chamfer ini bisa dlakukan dengan memiringkan pisau kanan atau bisa juga dengan langkah kombinasi antara eretan lintang dan atas secara bersamaan.
Setelah selesai proses bubut facing maka persiapkanlah sebuah pisau bubut rata dalam kemudian pasang pada rumah pisau dengan ketinggian di atas senter benda kerja.Kemudian aturlah eretan atas untuk sudut 30 derajat,hal ini sebagai persiapan untuk proses chamfer pada langkah akhir bubut rata dalam.Posisikan pisau dalam sejajar dengan eretan bawah,meskipun posisi eretan atas berada pada sudut 30 derajat.Tempelkan pisau dalam pada ujung tabung,pada keadaan ini posisikan parameter eretan bawah pada angka nol.Tarik keluar pisau ke arah kanan dengan menggunakan eretan bawah,nyalakan mesin dan dekatkan pisau pada diameter dalam benda kerja hingga sedikit menyayatnya.Tarik keluar pisau ke kanan dengan menggunakan eretan bawah.Posisikan parameter eretan lintang pada angka nol.Berikan kedalaman pemakanan sebanyak 0.5 mm kemudian jalankan eretan bawah secara otomatis hingga benda kerja tersayat sepanjang 2 mm.Tarik keluar pisau dengan eretan bawah jauh menjauhi benda kerja.Geser pisau agak jauh dari benda kerja karena akan digunakan untuk mengukur.Ukurlah hasil sayatan tadi.Hal ini digunakan untuk memastikan bahwa hasilnya akan tepat.Pastikan ukurannya kemudian tambahkan kedalaman pemakanan hingga hasilnya nanti menjadi diameter 83 mm.Nyalakan mesin dan jalankan bubut rata otomatis.Berhentikan eretan bawah setelah sampai pada angka 35 dengan menarik handelnya,kemudian gunakan eretan atas untuk membubut tirusnya / chamfer dengan memutar handelnya searah jarum jam.Tarik keluar pisau dari benda kerja kemudian lakukan pula bubut chamfer sedalam 2 mm pada ujung awal diameter 83 mm sebagai chamfer awal drat.
Proses selanjutnya adalah membuat alur dalam.alur ini berfungsi sebagai langkah bebas pisau saat membuat drat.Persiapkan pisau alur dalam dengan lebar 3 sampai 5 mm,opsional,saran saya gunakanlah lebar pisau 5 mm,jika masih proses belajar membuat drat dalam.Pemasangan pisau ini bisa ditempatkan pada tempat pisau dalam yang tadi digunakan atau pada tempat lainnya,saran saya letakkan pisau ini pada tempat yang lain.Setelah terpasang dengan benar.tempelkan pisau pada ujung benda kerja / facing , kemudian posisikan parameter eretan bawah pada angka nol.Tarik keluar pisau sejauh 1 mm dengan bawah dan eretan lintang.Putar mesin denga putaran sedang atau pelan.Dorong pisau dengan eretan bawah sejauh 35 mm kemudian lakukan pembubutan alur dalam sedalam 3 mm.Gunakan pisau ini untuk menchamfer ujung akhir diameter 83.Chamfer ini berfungsi untuk keamanan pisau derat,Jika tidak di chamfer biasanya pisau drat patah pada akhir langkah drat,yaitu pada ujung akhir diameter 83 yang tidak di chamfer.
Tarik keluar pisau dan lepas untuk persiapan membuat drat.Pasang pisau drat dalam dengan jarak 50 mm dari rumah pisau.Jarak ini sifatnya opsional,bebas terserah tukang bubutnya.Atur rpm mesin pada putaran rendah sekitar 150 sampai 200.Atur pula handel-handel eretan untuk membuat drat dengan jarak gang 2 mm.Putar mesin kemudian tempelkan pisau pada diameter 83 mm hingga sedikit menyayat.Pada keadaan ini posisikan parameter eretan lintang pada angka nol.Tarik keluar pisau dengan eretan bawah,tanpa menarik keluar pisau dengan eretan lintang.Putar mesin dengan putaran kiri dengan menekan handelnya ke bawah,kemudian tekan handel untuk drat yang ada pada eretan bawah.Berikan kedalaman pemakanan sedalam 0.5 mm kemudian tarik handel ke atas hingga mesin berputar arah kanan.Pisau pun berjalan ke kiri dan memulai proses mengedrat.Pada proses mengedrat,usahan untuk selalu memposisikan tangan kiri pada handel eretan lintang dan tangan kanan pada handel rpm ragum.Perhatikan jalannya pisau,setelah sampai pada alur dalam ( alur langkah bebas pisau yang ada pada ujung diameter 83 ),putar ke kanan eretan lintang ke arah kiri sehingga pisau bergerak menjauhi benda kerja.Setelah ganti putaran ragum menjadi putaran sebaliknya ( kiri ) dengan menekan handelnya ke bawah sehingga pisau berjalan ke kanan dan keluar dari benda kerja.Matikan mesin kemudian lakukan pengecekan drat dengan menggunakan mal drat.Jika sudah benar kembali berikan kedalaman pemakanan sebanyak 0.3 mm dan mulailah proses pembubutan drat untuk yang kedua kalinya.Begitu seterusnya hingga didapatkan kedalaman drat yang diinginkan,yaitu sampai baut / pasangan drat dalam ini ( cover hidrolik ) masuk dratnya.
Permasalahan yang sering terjadi bagi seorang pemula dalam membuat drat adalah menentukan kedalaman pemakanan untuk langkah kedua dan selanjutnya.Antara terlalu banyak atau justru kurang satu putaran eretan lintangnya.Sehingga ketika mesin dijalankan pisau belum menyentuh benda kerja karena jarak pisau masih terlalu jauh.Untuk mengatasi masalah ini perhatikanlah posisi pisau ketika arah balik setelah proses mengedrat.Dekatkan pisau sedekat mungkin terhadap dratnya tapi jangan sampai menyentuhnya.Jika sampai menyentuh benda kerja , sudah dapat dipastikan bahwa pisau akan patah.Perhatikan pula tatalnya,biasanya tatal ini juga bisa menjadi penyebab pisau drat patah.Perkirakanlah jarak pisau ini sekitar 1 mm dari dratnya,jika ini yang dilakukan maka untuk kedalaman selanjutnya adalah beberapa angka setelahnya.Sebagai contoh untuk masalah ini adalah misalnya eretan mesin bubut mempunyai parameter angka 0 sampai 9.Ketika proses drat pertama parameter ini di angka 0 , maka pada saat balik arah letakkan pisau sedekat mungkin dengan dratnya dan posisikan parameter di angka 1.Untuk langkah selanjutnya langsung posisikan parameter eretan lintang pada angka 9.2 untuk penambahan kedalaman sebanyak 0,3 mm.Penambahan 0.3 ini tidak perlu untuk memutar eretan lintang satu putaran tapi langsung posisikan pada angka setelahnya.Ingat,kuncinya adalah letakkan pisau sedekatm mungkin terhadap benda kerja sekitar 1 mm pada saat arah balik.
CARA TUKANG BUBUT amatiran DALAM MEMBUAT DRAT DALAM.
Cara ini merupakan cara yang dilakukan oleh TUKANG BUBUT amatiran,dan ini merupakan cara yang tidak sesuai dengan standar mengedrat pada umumnya.Oleh karena itu cara ini mungkin saja tidak baik untuk di contoh.Jika sampai mengikuti cara ini kemudian terjadi hal-hal negatif maka saya tidak bertanggung jawab.
Untuk membubut sebuah tabung hidrolik seperti ini biasanya posisi eretan atas tidak di buat miring tetapi saya biarkan untuk lurus sejajar dengan eretan bawah.Untuk pisau dalamnya saya rancang supaya tatal bergerak ke arah belakang ( arah ke kiri menjauhi gagang pisau dalam ).Pada proses membubut dalam pun ada sedikit perbedaan dengan cara diatas.Pada saat proses membubut dalam dan angka pada eretan bawah sudah sampai pada angka 35 maka pada saat seperti ini eretan lintang langsung saya putar ke kanan secara perlahan sehingga pisau bergerak menjauh.Proses ini saya lakukan untuk membuat chamfer.Setelah selesai proses chamfer ini maka langkah otomatis eretan bawah saya matikan,pisau saya letakkan pada angka 30 eretan bawah kemudian saya tempelkan pada benda kerja.Otomatis kembali saya jalankan bersama dengan ini eretan lintang saya putar ke kiri sehingga pisau menyayat benda kerja secara perlahan.Setelah sampai kedalaman 3 mm eretan lintang saya biarkan dan eretan bawah terus berjalan.Setelah sampai pada angka 35 barulah eretan bawah saya matika jalan otomatisnya dan pisau saya tarik keluar.Langkah ini saya lakukan untuk membuat chamfer pada akhir langkah drat dan untuk membuat alur bebas drat.
Diameter dalam untuk membuat drat juga tidak sama dengan standar pada umumnya.Untuk ukuran 2 gang biasanya diameter dalamnya saya kurangi 2.5 mm dari ukuran bautnya.Jika melihat ukuran drat di atas maka diameter dalamnya saya buat menjadi 83.5 mm.Langkah ini saya ambil untuk mempercepat proses membuat drat terutama tabung hidrolik supaya cepat selesai.Tips ringan,semoga bermanfaat.
TUKANG BUBUT amatiran.
Baca juga :
Saturday, 24 September 2016
CARA MEMBUBUT ALUR DALAM / PRAKTEK MEMBUAT COVER HIDROLIK
COVER HIDROLIK.Merupakan bagian dari hidrolik yang berfungsi untuk meletakkan seal-seal / perangkat anti kebocoran,baik pada as ataupun pada tabung hidrolik.Cover hidrolik sendiri ada bernacam-macam,ada tipe baut,snap ring atau tipe drat seperti yang nampak pada gambar di atas.Dari ketiga tipe cover tersebut ada satu kesamaan yaitu sebagai tempat seal-seal.Oleh karena itu dibagian dalam cover hidrolik ini pasti terdapat groove atau alur-alur yang berfungsi sebagai rumah seal.
Pada kesempatan kali ini TUKANG BUBUT amatiran akan mencoba mengulas tentang cara membuat groove / rumah seal hidrolik.Meskipun pada dasarnya sebuah cover hidrolik ini bisa juga digunakan sebagai bahan untuk latihan membuat alur luar,drat luar,membubut rata bertingkat,membubut tirus dan sebagainya.Namun kali ini akan kita fokuskan pada pembuatan groove / alur dalam.
CARA MEMBUBUT ALUR DALAM DENGAN MESIN BUBUT
Perlu diketahui bahwa mesin yang saya gunakan untuk membuat cover hidrolik ini merupakan mesin yang cukup besar.Panjang mesin 1500 dengan ukuran ragum sebesar 16 inchi.Alat yang diperlukan untuk membubut alur dalam antara lain ;
- Mata bor,biasanya mata bor yang saya gunakan adalah mata bor diameter 25 dan 45 mm.
- Pisau bubut dalam.
- Pisau alur dalam.Jika melihat gambar diatas maka saya sarankan untuk mempersiapkan sebuah pisau alur dalam dengan lebar 5.2mm.
- Sketmat / jangka sorong
- Peralatan kelengkapan membubut lainnya
Langkah pertama tentu adalah pengecekan bahan mentah.Hal ini sangat saya tekankan dalam setiap pekerjaan apapun,mengingat resikonya adalah buat operator itu sendiri.Langkah selanjutnya adalah memasang benda kerja,mengebor dan membubut diameter dalam hingga menjadi ukuran 51 mm.Proses ini akan kita bahas selanjutnya.Untuk kali ini akan kita fokuskan pada pembuatan alur dalam.
Langkah membubut alur dalam.
- Pasanglah pisau alur dengan ketinggian diatas senter benda kerja.Pasang dengan benar,jangan sampai miring karena akan mempengaruhi hasilnya.Dan juga biasanya akan berbunyi menderit jika pisau alur ini tidak lurus terhadap benda kerja.
- Posisikan pisau pada permukaan benda kerja ( facing ).Pada keadaan seperti ini posisikan parameter eretan bawah dan atas pada angka nol.
- Tarik keluar pisau dengan eretan bawah sejauh 1 mm atau lebih.Jangan terlalu jauh karena hanya digunakan sementara.
- Kembali geser pisau dengan eretan bawah sejauh 5 mm ke arah lubang benda kerja ( pisau masuk ke dalam lubang ).Tambahkan geser pisau dengan eretan atas sejauh 0.2 mm.Nilai 5 + 0.2 ini merupakan nilai dari lebar pisau yang digunakan.
- Geser kembali pisau denga eretan bawah sejauh 5 mm.Nilai ini merupakan nilai jarak alur pertama dari pinggir benda kerja.
- Tempelka pisau pada bagian yang akan di buat alur.Pada keadaan ini,posisikan parameter eretan lintang pada angka nol.
- Dorong sedikit keluar pisau dengan memutar eretan lintang searah jarum jam,kira-kira sejauh 1 mm.
- Putar mesin pada putaran sedang.
- Dorong pisau dengan eretan lintang hingga menyayat benda kerja dan terbentuklah sebuah alur.
- Pada proses membuat alur ini usahakan untuk berhenti memutar eretan lintang setiap 1 mm ( opsional ).Hal ini berfungsi untuk memutus tatal supaya tidak terjadi selip pada alur yang telah di buat.
- Berikan kedalaman alur untuk alur yang pertama ini sedalam 4 mm.Sisakan 0.1 mm untuk finishing.
- Tarik keluar pisau dengan eretan lintang hingga pisau bebas dari diameter dalam benda kerja
- Lebarkan alur sesuai dengan gambar yaitu sejauh 4.8 mm ( 10 - 5.2 ) dengan menggunakan eretan bawah sejauh 4mm kemudian ditambah dengan eretan atas sebanyak 0.8 mm.Cara penambahan ini sifatnya opsional,tergantung tukang bubutnya.
- Kembali lakukan pembubutan alur hingga kedalaman 4,1 mm kemudian geser kekanan pisau dengan menggunakan eretan bawah sampai mentok dan kembali geser kekiri sampai mentok juga sebagai proses finishing.Setelah itu tarik keluar pisau dengan menggunakan eretan lintang hingga pisau terbebas dari diameter dalam benda kerja.Sampai di sisni berarti kita sudah berhasil membuat alur yang pertama.
- Selanjutnya adalah proses membuat alur yang kedua.Caranya geserlah pisau dengan eretan bawah sejauh 5 mm ditambah 0.2 dengan eretan atas.Seperti yang tadi saya katakan,nilai ini merupakan nilai dari lebar pisau.
- Setelah itu geser kembali pisau denga eretan bawah sejauh 9 mm ditambah 0.5 mm dengan eretan atas.Nilai ini merupakan nilai dari jarak antara alur perama dengan alur kedua.Cara ini juga sifatnya opsional,bisa saja seorang tukang bubut langsung menggeser pisau dengan menjumlahkan kedua nilai yaitu jarak alur pertama dan kedua dengan lebar pisau ( 9.5 + 5.2 ).
- Kembali lakukan pembubutan alur dan untuk alur yang kedua ini dalamnya adalah 9 mm.Sisakan 0.1 mm untuk proses finishing dan berhentilah sejenak setiap pendalaman 1 mm.
- Lakukan pelebaran alur dengan menggeser pisau sejauh 1.8 mm.
- Lakukan pendalaman alur hingga pada kedalaman 9 mm kemudian geser kanan kiri sampai mentok seperti pada proses finishing pada pembubutan alur yang pertama.
- Untuk pembuatan alur yang ketiga caranya adalah sama dengan pembuatan alur yang kedua.Geserlah dahulu pisau selebar ukuran pisau ditambah dengan jarak antara kedua alurnya.kemudian buatlah alur sesuai dengan ukuran yang diinginkan.Begitu seterusnya hingga pembuatan alur yang terakhir.
Hal-hal yang perlu diperhatikan.
- Lebar pisau.Lebar pisau 5.2 mm saya pilih untuk memudahkan dalam proses hitung.Lebar pisau ini mempunyai sifat opsional,terserah pada operatornya.Jika memang ada tentu akan lebih bagus jika menggunakan lebar pisau 5.5 mm.Lebar pisau 5 mm lebih ini saya maksudkan untuk memudahkan pada pembuatan alur dengan lebar 10 mm.Jika menggunakan lebar pisau hanya 5 mm atau bahkan kurang,biasanya untuk proses pelebaran akan sedikit repot menghitungnya.Jika dipaksakan melebarkan dengan jarak 5 mm,biasanya benda kerja tidak akan habis tersayat.Akan ada sisa pada proses pelebaran alur.Jika kurang dari 5 mm,sudah tentu akan menambah langkah pelebaran alurnya ,karena tidak bisa dua kali proses pelebaran alur.
- Menghitung lebar pisau.Nilai ini harus diingat-ingat untuk prose membuat alur dalam.Jika nilai ini lupa maka sudah pasti hasilnya akan salah.Oleh karena itu ingat-ingatlah untuk menggeser / menghitung lebar pisau sebelum menggeser pisau untuk jarak antara alur satu dengan lainnya.
- Gunakan selalu cairan pendingin atau pelumas.
- Untuk lubang kecil biasanya tatal akan sulit untuk keluar.Oleh karena itu pisau perlu di tarik kelur jauh dari benda kerja untuk membuang tatalnya.Pada keadaan seperti ini,perhatikanlah posisi angka pada eretan bawah sebelum menarik keluar pisau.Kalau perlu putar parameternya dan ganti dengan posisi / angka nol.Hal ini akan digunakan sebagai tanda ketika pisau akan kembali masuk untuk proses selanjutnya.
- Jangan memakskan pisu yang sudah tumpul,biasanya berakibat psau menjadi patah.
Tips ringan dan semoga bermanfaat.Cara-cara ini merupakan cara ala TUKANG BUBUT amatiran.bisa jadi akan berbeda dengan operator lainnya.Oleh karena itu cara ini bisa saja di terima bisa saja di tolak.Salam TUKANG BUBUT amatiran.
Baca juga :
Subscribe to:
Posts (Atom)











